Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg, DPRD Sumut Desak Intervensi Pasar

Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti mendesak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera melakukan intervensi pasar, menyusul lonjakan harga berbagai jenis cabai di sejumlah wilayah.
Ia mengatakan kenaikan harga mencapai Rp100.000 per kilogram dimulai pada September, dan semakin parah saat memasuki bulan Oktober, harus segera ditangani karena dapat menggerus daya beli masyarakat dan memicu inflasi.
"Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret. Kita tidak boleh membiarkan harga cabai terus melambung dan memberikan beban yang semakin berat bagi masyarakat," ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Politisi PAN itu menyarankan salah satu langkah efektif yang dapat dilakukan adalah memperkuat kerja sama perdagangan antarwilayah dengan mendatangkan pasokan cabai dari daerah yang mengalami surplus produksi.
"Jika pasokan lokal dari petani berkurang akibat kondisi cuaca, pemerintah harus sigap mendatangkan cabai dari wilayah lain yang memiliki persediaan cukup," katanya.
Ia juga mendesak dilakukannya operasi pasar yakni mendistribusikan cabai secara langsung ke pasar-pasar tradisional, khususnya di Medan dan Deli Serdang dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
Ia meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi guna mencegah distributor atau pedagang besar menahan pasokan, yang dapat memperparah lonjakan harga.
"Distribusi harus diawasi. Kita tidak boleh membiarkan pihak mana pun menahan stok saat masyarakat sedang membutuhkan," ucapnya.
Selain itu, ia merekomendasikan agar pemerintah membentuk "cadangan penyangga" (buffer stock) cabai yang dapat digunakan saat terjadi gangguan produksi atau distribusi akibat cuaca ekstrem.
Ia mengatakan penggunaan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) bisa menjadi solusi, sehingga pasokan dari masa panen raya dapat dimanfaatkan ketika harga mulai melonjak.
"Pemerintah juga bisa mempertimbangkan pemberian subsidi untuk biaya transportasi dalam mendatangkan cabai dari wilayah lain. Dengan demikian, beban penuh biaya logistik tidak akan ditanggung oleh konsumen," katanya.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER





































