Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
SUMUT

Subsidi Jagung Bulog Bantu Peternak di Toba, Diharapkan Berlanjut Tahun Depan

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 19.55 WIB
subsidi_jagung_bulog_bantu_peternak_di_toba_diharapkan_berlanjut_tahun_depan

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Tony Siagian. (Foto: Nimrot/Mistar)

Toba, MISTAR.ID (27/10/2026) – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Tony Siagian, mengakui subsidi harga jagung untuk pakan ternak yang diberikan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sangat membantu peternak di kabupaten tersebut. Ia berharap program itu berlanjut tahun depan.

Tony mengatakan, program Bulog tersebut dilakukan dengan memberikan subsidi harga kepada peternak di Kabupaten Toba. Pihaknya kemudian langsung menyosialisasikan program itu kepada peternak, meskipun belum banyak yang mengajukan surat permohonan kepada Bulog.

Untuk tahun ini, ada sekitar tiga peternak yang mendapatkan bantuan subsidi harga dari Bulog. Jumlah jagung yang diterima masing-masing peternak sebanyak 350 kilogram. Saat itu, harga jagung di pasaran sekitar Rp5.800 hingga Rp6.000 per kilogram, sementara jagung dari Bulog dibeli peternak dengan harga hanya Rp5.000 per kilogram.

"Dengan subsidi harga jagung sebesar Rp800 hingga Rp1.000 yang diberikan oleh Bulog, peternak telah diuntungkan hingga Rp350.000. Dengan keuntungan tersebut, peternak dapat memenuhi kebutuhan lain untuk ternaknya guna mempercepat pertumbuhan ternak," ujar Tony, Selasa (27/10/2026).

Menurut dia, ada baiknya pihak Bulog memberikan subsidi harga jagung untuk pakan ternak kepada peternak di Kabupaten Toba secara berkala setiap tahun. Dengan demikian, peternak di Toba dapat terbantu, mengingat tingginya harga jagung saat ini.

"Harus kita akui, subsidi yang diberikan baru pertama kali bagi peternak di Toba, sehingga masih sedikit yang mengajukan usulan. Tetapi, jika ini dilakukan Bulog secara berkala setiap tahun, kemungkinan besar semakin banyak peternak yang mengajukan usulan dan memperbesar usaha peternakannya," tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN