Harga Jagung Pipil di Toba Rp6.500 per Kg, Petani Berharap Bertahan hingga Nataru

Tanaman jagung yang dibudidayakan petani di Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/MISTAR.ID)
Toba, MISTAR.ID (23/10/2026) – Kenaikan harga jagung pipil di Kabupaten Toba, dari Rp5.800 menjadi Rp6.500 per kilogram, membawa angin segar bagi petani. Mereka berharap harga tersebut dapat bertahan hingga perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), bahkan sampai awal 2027.
Riana, seorang petani jagung di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, mengatakan harga Rp6.500 per kilogram saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang 2026.
“Mayoritas petani jagung di kabupaten ini, termasuk saya sendiri, berharap harga ini dapat bertahan hingga Desember 2026. Sebab, saat perayaan Natal dan Tahun Baru, banyak pengeluaran. Kebetulan, pada pertengahan Desember nanti, saya sudah memasuki masa panen jagung,” ujar Riana, Jumat (23/10/2026).
Sementara itu, pengepul hasil pertanian, S. Sibarani, mengaku membeli jagung pipil kering dari petani dengan harga Rp6.300 hingga Rp6.500 per kilogram.
“Perbedaan harga juga dipengaruhi beberapa faktor, selain kadar air. Jika petani mengantarkan jagung langsung ke lokasi saya, harga tertinggi yang diterapkan. Sementara itu, jika jagung dijemput, kami menerapkan harga terendah,” ucapnya.
Menurut Sibarani, dirinya belum dapat memastikan berapa lama harga jagung pipil kering akan bertahan di level tertinggi. Pasalnya, fluktuasi harga tidak ditentukan olehnya, melainkan oleh pedagang besar atau toke besar.
“Saya membeli jagung dari petani sesuai ketentuan harga dari toke besar karena jagung yang dibeli dari petani akan saya jual kembali kepada mereka. Intinya, penerapan harga mengikuti ketentuan dari toke besar,” tuturnya.
Sebelumnya, Staf Ahli Bupati Toba, Sahat Manullang, saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Silaen, mengarahkan petani agar merawat tanaman jagung dengan baik. Jika ditemukan gejala serangan penyakit, seperti daun menguning, petani diminta segera berkonsultasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Toba.
Menurut Sahat, harga jagung yang relatif tinggi saat ini perlu dimanfaatkan petani untuk meningkatkan hasil produksi. Ia juga mengingatkan pentingnya penanganan dini terhadap penyakit tanaman jagung dengan berkonsultasi kepada dinas terkait.
“Jika ada petani yang saat ini panen jagung dan akan menjualnya, jangan mau menjual di bawah Rp6.000 per kilogram. Segera hubungi saya agar saya koordinasikan dengan pengepul dengan harga Rp6.500 per kilogram,” ucapnya.















































