Tuesday, October 27, 2026
home_banner_first
SUMUT

Perpustakaan Samosir Raih Akreditasi B, Pemkab Fokus Tingkatkan Mutu Layanan

Mistar.idSelasa, 27 Oktober 2026 pukul 19.35 WIB
perpustakaan_samosir_raih_akreditasi_b_pemkab_fokus_tingkatkan_mutu_layanan_

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, menyambut kedatangan tim asesor Perpustakaan Nasional RI dalam kegiatan visitasi dan penilaian akreditasi perpustakaan. (Foto: Diskominfo Samosir)

Samosir, MISTAR.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Samosir meraih akreditasi B setelah melalui tahapan visitasi dan penilaian oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Capaian ini menjadi pijakan bagi Pemerintah Kabupaten Samosir untuk terus membenahi tata kelola, meningkatkan mutu layanan, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi masyarakat.

Visitasi dan penilaian berlangsung di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Samosir, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas RI, Adin Bondar, bersama tim asesor, yakni Anggun Kusumah Tri Utami, Andi Pargo Simamora, dan Reza Putra Hariwanto.

Proses penilaian meliputi presentasi profil perpustakaan, pemutaran video profil, verifikasi instrumen komponen akreditasi, peninjauan fasilitas perpustakaan, serta penandatanganan dan serah terima berita acara visitasi.

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh berhenti sebagai capaian administratif, tetapi harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan secara berkelanjutan.

“Akreditasi perpustakaan sangat penting, bukan hanya administratif atau penilaian formal untuk mendapatkan selembar sertifikat. Akreditasi adalah bentuk tanggung jawab untuk menjamin mutu layanan, standardisasi pengelolaan, dan optimalisasi fungsi perpustakaan daerah sebagai pusat literasi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen mendorong pembenahan, menghadirkan inovasi, serta mengembangkan perpustakaan sebagai pusat kegiatan berbasis inklusi sosial.

Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kapasitas diri.

Vandiko berharap hasil visitasi dan penilaian akreditasi dapat menghasilkan rekomendasi konkret sebagai dasar perbaikan ke depan. Hasil evaluasi tersebut juga diharapkan menjadi acuan bagi perangkat daerah terkait dalam menyusun langkah pembenahan secara terarah dan berkelanjutan.

“Hasil evaluasi ini akan menjadi peta jalan atau rencana aksi untuk meningkatkan standar pelayanan perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP), sehingga Perpustakaan Daerah Kabupaten Samosir benar-benar bisa menjadi kebanggaan dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Samosir,” jelasnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN