Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pompa Air Tenaga Surya Jadi Solusi Atasi Gagal Panen di Kabupaten Samosir

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 06.00 WIB
pompa_air_tenaga_surya_jadi_solusi_atasi_gagal_panen_di_kabupaten_samosir

Tim United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office melakukan monitoring pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Nainggolan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) menjadi solusi untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bagi lahan pertanian di Kabupaten Samosir, khususnya lahan persawahan, guna meningkatkan hasil pertanian.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, mengatakan saat ini sebanyak tujuh unit PATS telah dibangun dan beroperasi dengan baik di sejumlah lokasi di Kabupaten Samosir.

"Ini salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Samosir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Samosir," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ia mengatakan PATS yang telah terbangun dapat beroperasi hingga 25 tahun jika dirawat dengan baik untuk memenuhi kebutuhan air dan mengatasi gagal panen pada musim kemarau.

"Kami hanya menganggarkan biaya pemeliharaan untuk satu tahun. Selanjutnya, kelompok petani yang akan merawat," katanya.

Rajoki menjelaskan, salah satu unit PATS yang telah dibangun merupakan bantuan dari Kedutaan Besar Inggris. Kabupaten Samosir menjadi satu-satunya daerah yang menerima bantuan pembangunan pompa air tenaga surya tersebut.

"Kabupaten Samosir saat ini menjadi contoh pompa air tenaga surya yang beroperasi dengan baik," sebutnya.

Ia mengungkapkan, pada 2026 akan dibangun sembilan unit PATS baru di Kabupaten Samosir.

"Enam unit menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dua unit dari APBD Kabupaten Samosir, dan satu unit merupakan tambahan bantuan dari Kedutaan Besar Inggris," ungkapnya.

Dengan pembangunan PATS di Kabupaten Samosir, ia berharap produksi hasil pertanian dapat meningkat dan lahan pertanian tetap dapat dipertahankan, mengingat saat ini sudah banyak lahan yang beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN