Puluhan Sekolah di Afulu Nias Utara Belum Nikmati Program MBG, Ribuan Siswa Terancam

Ketua Satgas MBG Nias Utara, Bazatulo Zebua (Foto: Asalsatu/Mistar)
Nias Utara, MISTAR.ID
Puluhan lembaga pendidikan di Kecamatan Afulu, Kabupaten Nias Utara, hingga kini belum merasakan manfaat program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden RI.
Lembaga pendidikan tersebut mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), baik negeri maupun swasta.
Kondisi ini membuat ribuan siswa di wilayah tersebut terancam belum menikmati program gizi yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak sekolah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Utara, Kecamatan Afulu memiliki sejumlah satuan pendidikan yang cukup besar.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Kepegawaian (PK) yang juga Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan, Demar Hulu.
Ia menyebutkan terdapat 5 SMP, 18 SD, serta 6 PAUD yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.
Namun data tersebut belum termasuk sekolah tingkat SMA sederajat, sehingga total siswa yang terdampak diperkirakan mencapai ribuan orang.
Sejumlah kepala sekolah di Afulu membenarkan bahwa program MBG belum pernah diterima di sekolah mereka.
Kepala SMPN 1 Afulu, Yosefo Daeli, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada distribusi program tersebut ke sekolahnya.
Hal serupa juga disampaikan Kepala SMAN 1 Afulu, Rorogo Mendrofa, yang menegaskan sekolahnya belum pernah menerima program Makanan Bergizi Gratis.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Satgas MBG Nias Utara yang juga Sekda Nias Utara, Bazatulo Zebua, menjelaskan bahwa pembangunan dapur MBG kategori 3T di Afulu sebenarnya sudah selesai.
Namun hingga kini dapur tersebut masih menunggu Surat Keputusan (SK) untuk mulai beroperasi.
Ia juga menyebutkan bahwa titik lokasi pembangunan dapur MBG sudah ditetapkan sebelumnya, tetapi investor belum juga memulai pembangunan fasilitas tambahan yang dibutuhkan.
Bazatulo menambahkan bahwa pemerintah daerah hanya bisa mendorong percepatan pelaksanaan di lapangan, sementara realisasi pembangunan dapur masih bergantung pada investor dan Badan Gizi Nasional.
Pihaknya berharap Badan Gizi Nasional segera mendorong percepatan pembangunan dapur MBG agar program dapat segera dirasakan oleh siswa di Kecamatan Afulu.






















