Petani Bawang Merah di Toba Keluhkan Pasar, Pemkab Siap Jadi Offtaker

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Toba, Samuel Lumbanraja, mengatakan Pemkab Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID (3/11/2026) – Petani di Kabupaten Toba kerap kelabakan mencari penyerap hasil produksi pertanian (offtaker) saat panen raya tiba. Hal ini terutama dikhawatirkan ketika bantuan bibit bawang merah yang diberikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melalui Dinas Pertanian setempat mulai menghasilkan panen.
Hal tersebut dikeluhkan sejumlah petani saat menerima bantuan bibit bawang merah dari Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Selasa (3/11/2026). Sebanyak 2,2 ton bibit bawang merah disalurkan kepada 14 kelompok tani, dengan jumlah bantuan yang bervariasi untuk setiap kelompok, mulai dari 150 hingga 200 kilogram.
Menurut kelompok tani penerima bantuan, apabila bibit bawang merah sebanyak 2,2 ton tersebut dipanen secara serentak, tentu akan sulit mencari pangsa pasar (offtaker) untuk menampung hasil produksi dalam skala besar. Jumlah tersebut juga dikhawatirkan melebihi kebutuhan pasar tradisional di kabupaten ini, mengingat petani bawang merah di Toba terbilang menjamur.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Toba, Samuel Lumbanraja, mengatakan Pemkab Toba melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) menyediakan bantuan kepada petani yang mengalami kesulitan dalam hal pemasaran. Pihaknya siap melakukan offtake atau menyerap hasil produksi petani.
"Karena mencari offtaker merupakan salah satu program kerja TPKAD Kabupaten Toba untuk komoditas yang dipanen. Pemkab juga akan menyediakan semacam sarana untuk memfasilitasi pengiriman atau angkutan ke lokasi penampung atau offtaker," ucap Samuel, Selasa (3/11/2026).
Lanjutnya, bantuan bibit bawang merah yang diberikan dinas terkait kepada belasan kelompok tani di Kabupaten Toba juga sangat mendukung ketersediaan bawang merah di pasar tradisional, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang akan dirayakan tahun depan.
"Kita tahu tahun depan akan dirayakan Lebaran pada Maret 2027. Jadi, bantuan bibit bawang hari ini sangat mendukung ketersediaan bawang di pasar untuk menekan inflasi," tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Rumah Dinas PTPN I Regional 1 di Tanjung Morawa Diduga Disewakan, Pengawasan Aset Dipertanyakan







































