Penanaman 61.170 Pohon Pengganti Dampak BRT Mebidang Ditargetkan Rampung Oktober

Konferensi pers BRT Mebidang di kantor Wali Kota Medan. (foto:dokumen Markus/mistar)
Medan, MISTAR.ID (11/8/2026) - Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan, Melvi Marlabayana, menargetkan penanaman pohon pengganti dampak dari pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang) rampung pada Oktober 2026.
“Bersamaan dengan penebangan pohon yang berlangsung, penanaman pohon pengganti juga dilakukan di sejumlah lokasi. Targetnya Oktober tahun ini selesai,” ucapnya dalam konferensi pers terkait pembangunan BRT Kota Medan di Ruang Rapat III Gedung Balai Kota Medan, Selasa (11/8/2026).
Melvi mengatakan, pihaknya akan membantu PT PP dan PT Wijaya Karya (Wika) dalam melakukan pemangkasan pohon guna mempercepat pembangunan BRT Mebidang di Kota Medan.
"DLH Kota Medan sifatnya membantu. Yang menjadi penanggung jawab tetap pihak PT PP dan PT Wika,” katanya.
Dijelaskannya, total ada 2.788 pohon yang terdampak akibat pembangunan BRT Mebidang di Kota Medan, 592 pohon di antaranya tidak ditebang, melainkan hanya direlokasi.
“Data terbaru yang dihimpun pada 8 Agustus 2026, jumlah pohon yang telah tertangani sebanyak 1.105. Nantinya, pohon-pohon yang ditebang itu akan diganti dengan penanaman 61.170 pohon pengganti," jelasnya.
Asisten Umum Setdako Medan, Laksamana Putra Siregar, dalam kesempatan itu juga memastikan Pemko Medan akan mendukung percepatan pembangunan BRT Mebidang yang berada di Kota Medan.
“Kami mendukung penuh program Pemerintah Pusat dalam melakukan percepatan pembangunan BRT Mebidang. Yang kami lakukan saat ini adalah program yang telah direncanakan dan disepakati sejak tahun 2022 lalu. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung rencana pembangunan BRT Mebidang, khususnya di Kota Medan," harapnya. (hm27)
























