Tuesday, August 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

Besi Tugu Simpang Timbangan Lubuk Pakam Dimakan 'Rayap Besi', Ikon Kota Terancam Terbengkalai

Mistar.idSelasa, 11 Agustus 2026 pukul 17.51 WIB
besi_tugu_simpang_timbangan_lubuk_pakam_dimakan_rayap_besi_ikon_kota_terancam_terbengkalai

Besi di Tugu Simpang Empat Timbangan Lubuk Pakam banyak hilang diduga dilakukan oleh rayap besi. (foto: sembiring/ mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID - Tugu Simpang Empat Lampu Merah Timbangan di Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi salah satu ikon sekaligus pintu masuk menuju ibu kota kabupaten, kini kondisinya memprihatinkan.

Sejumlah bagian besi pada tugu tersebut telah hilang, diduga akibat dicuri. Warga setempat menyebut kondisi itu sebagai ulah 'rayap besi', istilah untuk menyebut pencurian besi. Mereka khawatir besi-besi lainnya yang masih tersisa juga akan ikut raib.

Pantauan Mistar, Selasa (11/8/2026), tugu yang berada di persimpangan Jalan Galang itu terlihat kurang terawat. Rumput tumbuh di sejumlah bagian bangunan. Sementara itu, empat jam penunjuk waktu yang berada di sisi tugu sudah bertahun-tahun tidak lagi berfungsi.

Tak hanya itu, pagar besi berbahan stainless steel yang mengelilingi tugu juga sebagian telah hilang. Hingga kini, pagar yang raib tersebut belum terlihat diganti ataupun diperbaiki.

"Sebentar lagi semua besi maupun benda logam yang ada di tugu itu akan hilang disikat rayap besi," kata Sinaga, warga setempat, Selasa (11/8/2026).

Menurut Sinaga, hilangnya besi pada tugu tersebut bukan baru terjadi. Sejumlah bagian pagar telah lama tidak ada dan hingga kini belum juga diperbaiki.

"Sepertinya sengaja dibiarkan besi-besi di tugu itu dicuri," ujar Ucok, warga Jalan Galang, Lubuk Pakam.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap salah satu bangunan yang berada di jalur utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Deli Serdang tersebut.

Padahal, keberadaan Tugu Simpang Empat Timbangan tidak lepas dari penataan wajah Kota Lubuk Pakam. Beberapa tahun lalu, tugu tersebut bahkan sempat menjadi sorotan dan memicu perdebatan di tengah masyarakat.

Perdebatan muncul setelah tugu direhab dan pada bagian paling atas dipasang patung burung berbahan beton. Sejumlah kalangan kemudian meminta agar patung tersebut diganti dengan ornamen berciri khas Melayu.

Desakan tersebut akhirnya berujung pada penurunan patung burung beton dari bagian atas tugu.

Kini, setelah polemik tersebut berlalu, persoalan lain justru muncul. Tugu yang semestinya menjadi wajah dan penanda masuk ke Lubuk Pakam itu perlahan kehilangan bagian-bagiannya akibat 'rayap besi' dan tampak semakin tidak terurus. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN