Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Iran Tunggu Respons AS soal Pembukaan Selat Hormuz

Mistar.idSabtu, 26 September 2026 pukul 17.32 WIB
iran_tunggu_respons_as_soal_pembukaan_selat_hormuz

Anggota pasukan milisi Iran (Basij) mengendarai sepeda motor saat mengikuti pawai di Teheran, Iran, 25 September 2026. (foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters)

news_banner

Teheran, MISTAR.ID - Iran masih menunggu respons resmi Amerika Serikat terhadap proposal yang diajukan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri pertempuran di kawasan Timur Tengah.

Proposal tersebut disampaikan Iran dalam rangkaian pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Teheran mengatakan proposal itu telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui mediator Qatar.

Menurut proposal tersebut, pembukaan kembali Selat Hormuz dapat dilakukan setelah tercapai kesepakatan yang juga mencakup penghentian permusuhan di kawasan dalam waktu tujuh hari.

Namun, perkembangan diplomatik itu menghadapi ketidakpastian setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menolak proposal Iran. Hingga Sabtu (26/9/2026), Iran masih menunggu tanggapan resmi Washington.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, apabila Washington menunjukkan keseriusan untuk mencapai kesepakatan, mekanisme pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut sudah disiapkan.

"Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya sudah siap," kata Araqchi kepada wartawan di PBB, seperti dikutip Reuters.

Araqchi mengatakan, setelah pembukaan Selat Hormuz dan penghentian permusuhan, kedua pihak dapat memasuki pembicaraan yang lebih luas mengenai isu-isu yang disepakati bersama.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam konflik Iran dan AS. Jalur perairan tersebut merupakan rute utama bagi perdagangan energi global dan terganggunya pelayaran di kawasan itu telah memberikan tekanan terhadap arus minyak serta perekonomian dunia.

Iran juga telah melakukan pendekatan kepada Arab Saudi terkait persoalan Selat Hormuz. Hubungan Iran dan Arab Saudi selama ini berada dalam posisi yang kompleks, sementara meningkatnya serangan kelompok Houthi di kawasan turut memperbesar risiko konflik meluas.

Reuters melaporkan, konflik antara Iran dan AS telah berlangsung sekitar tujuh bulan dan mengganggu aliran minyak melalui salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN