Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kasat Pol PP Dairi Ditegur Sekda Usai Viral Parkir Mobil Dinas di Toba, Ini Kronologinya

Mistar.idJumat, 10 April 2026 pukul 18.37 WIB
kasat_pol_pp_dairi_ditegur_sekda_usai_viral_parkir_mobil_dinas_di_toba_ini_kronologinya

Mobil dinas Satpol PP Dairi saat diparkirkan di depan rumah Horas Pardede Jalan Patuan Nagari Balige. (Foto: Tenno/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dairi memberikan teguran kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Dairi, Horas Pardede, setelah aksinya viral di media sosial terkait penggunaan mobil dinas di luar kewenangan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Patuan Nagari, Balige, Kabupaten Toba, pada Kamis (9/4/2026), ketika kendaraan dinas Pemkab Dairi terlihat diparkir di area depan sebuah rumah warga hingga memicu sorotan publik.

Sekda Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditindaklanjuti melalui pembinaan internal.

Menurutnya, sebelum kejadian viral tersebut, Kasat Pol PP sempat meminta izin untuk bepergian tanpa menyampaikan tujuan secara rinci. Namun, setelah aksi tersebut ramai diperbincangkan, pihaknya langsung mengambil langkah teguran.

Selain itu, Horas Pardede juga telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi.

Sementara Kasat Pol PP Dairi, Horas Pardede, memberikan klarifikasi bahwa dirinya berada di Kabupaten Toba bersama dua anggota dalam rangka perjalanan dinas.

Ia mengaku tindakan memarkirkan kendaraan dinas di depan rumah tersebut dilakukan secara spontan setelah mengetahui adanya pihak lain yang menempati rumah miliknya di kawasan tersebut.

Menurutnya, tindakan tersebut bukan bentuk pemalangan, melainkan hanya parkir di area rumah pribadi yang tengah disengketakan atau ditempati pihak lain.

Perlu diketahui, peristiwa ini menjadi perhatian publik karena kendaraan dinas diduga digunakan di luar prosedur, termasuk tanpa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Hal ini memicu perdebatan di masyarakat setelah video dan informasi terkait beredar luas di media sosial.

Meski demikian, pihak terkait menyatakan bahwa perjalanan tersebut berkaitan dengan koordinasi penanganan penertiban keramba di kawasan Danau Toba.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN