Jembatan Payaroba Ditargetkan Rampung Akhir Oktober

Proses pengerjaan proyek Jembatan Payaroba terus dikebut dan diperkirakan akan selesai pada Oktober 2026. (Foto: Bayu/Mistar)
Binjai, MISTAR.ID - Proses pengerjaan perbaikan Jembatan Payaroba di Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, terus dikebut. Jembatan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut diperkirakan sudah bisa dilintasi pada akhir Oktober 2026 mendatang.
Kepastian ini dikatakan PPK Dinas PUTR Pemko Binjai, Frans Armenda Ginting, saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (17/6/2026) siang. "Iya, kalau tidak ada halangan kami perkirakan perbaikan jembatan akan selesai pada akhir Oktober 2026 mendatang," katanya.
Dijelaskannya, proses perbaikan jembatan menggunakan struktur penambahan besi gelagar bawah dengan ukuran 7 kali 7 meter untuk masing-masing sisi dari ujung ke ujung. Bahannya menggunakan rangka baja berkualitas tinggi sehingga kuat untuk dilintasi.
"Nanti setelah dipasang besi ulir yang sudah dirakit untuk lantai lalu dipasang besi lagi barulah dicor dan diaspal kembali," sebutnya.
Sementara itu, Kadis PUTR Pemko Binjai Wahyu Umara menjelaskan, selama proses pengerjaan perbaikan jembatan, akses sementara ditutup sampai selesai pelaksanaan pengerjaan. Estimasi waktu pengerjaan diperkirakan menghabiskan waktu selama 60 hari atau dua bulan.
"Jadi harapan kita setelah jembatan ini diperbaiki, untuk kendaraan yang melintas tidak boleh lebih dari 15 ton. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan Dishub Binjai supaya nanti truk yang melintas bisa diatur supaya tidak melebihi tonase," katanya.
Sebelumnya diberitakan, kerusakan parah terjadi pada Jembatan Payaroba di Jalan Umar Baki, Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, hingga membuat kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, takut untuk melintas.
Bagian ujung jembatan diketahui telah berlubang dan kondisinya dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, pihak pemerintah pun langsung berinisiatif menutup sementara jembatan tersebut menunggu diperbaiki.
Padahal jalur ini merupakan akses vital bagi kendaraan angkutan berat untuk membawa hasil produksinya ke luar daerah.
Selama proses perbaikan, pihak pemerintah memberlakukan pengalihan arus lalu lintas. Kendaraan berat yang biasa melintas di Jembatan Payaroba dialihkan melintasi jalur lain di Binjai Timur. Pemko juga telah memasang rambu-rambu tanda keselamatan untuk pengguna sepeda motor yang akan melintas supaya ekstra berhati-hati. (hm25)









































