Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

SiLPA Tak Capai Estimasi, Pemko Pematangsiantar Tunda Sejumlah Kegiatan

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 10.03 WIB
silpa_tak_capai_estimasi_pemko_pematangsiantar_tunda_sejumlah_kegiatan

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang. (foto : diskominfo siantar/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar tidak mencapai estimasi Rp60 miliar yang sebelumnya diperhitungkan dalam APBD 2026.

Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), SiLPA Tahun Anggaran 2025 tercatat sekitar Rp49 miliar. Angka tersebut lebih rendah sekitar Rp11 miliar dibandingkan estimasi yang dipasang Pemko.

Kondisi itu membuat Pemko Pematangsiantar melakukan efisiensi anggaran. Sejumlah kegiatan yang masih memungkinkan untuk ditunda akan digeser pelaksanaannya ke tahun berikutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Junaedi Sitanggang mengatakan, efisiensi diperlukan untuk menyesuaikan anggaran dengan realisasi SiLPA yang lebih rendah dari estimasi.

"SiLPA tahun 2025 lebih besar estimasi dari realisasinya, jadi kita harus efisiensi. Untuk menutup defisit," ujar Junaedi Sitanggang menjawab konfirmasi Mistar tentang SiLPA tahun 2025 di Pemko Pematangsiantar.

Menurut Junaedi, efisiensi dilakukan terhadap program atau kegiatan yang masih memungkinkan untuk ditunda pelaksanaannya.

"Efisiensi yang harus memang kita lakukan. Misalnya ada kegiatan yang kita tunda, kita tunda tahun ini untuk menutup defisit," ujarnya prihal langkah yang diambil Pemko untuk mengatasi SiLPA tersebut.

Keterlambatan Proyek dan Earmarking

Sebelumnya, pada 4 Agustus 2026, Junaedi menyampaikan realisasi SiLPA tersebut dipengaruhi antara lain oleh keterlambatan pekerjaan fisik serta earmarking atau anggaran yang telah dialokasikan untuk kegiatan tertentu namun belum dilaksanakan.

"Sebenarnya SiLPA ini untuk penyeimbang antara belanja dan pendapatan. Kita targetkan SiLPA kita Rp 60 miliar, dan hasil keputusan BKP 49 sekian miliar. Berarti ada defisit di angka 11 miliar, dan ini hasil BPK," katanya.

Efisiensi anggaran akan banyak dilakukan pada belanja operasional. Penyesuaian juga berkaitan dengan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang saat ini berbasis kinerja dan realisasi anggaran, sehingga pencapaiannya tidak selalu 100 persen. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN