Ketua IDI Pematangsiantar-Simalungun Prihatin atas Meninggalnya Pasien BPJS yang Viral di Media Sosial

Tangkapan layar medsos soal pernyataan sejumlah dokter terhadap pasien BPJS yang meninggal karena tidak mendapatkan penanganan medis. (foto:ig@ahquote/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (6/8/2026) – Dalam beberapa hari terakhir, jagat maya dihebohkan dengan pernyataan sejumlah dokter terkait pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan. Yurizal sempat mencurahkan pengalamannya di media sosial bahwa dirinya tidak mendapat penanganan medis secara serius saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Setelah curahan tersebut viral, Yurizal meninggal dunia. Sejumlah dokter kemudian menuai sorotan karena diduga melontarkan komentar yang bernada merundung (bullying) terhadap pasien melalui media sosial. Salah satunya adalah dr Benny Christian Sihombing yang menjadi viral hingga memicu gelombang kecaman dari warganet. Bahkan, banyak warganet mencari informasi mengenai identitas pribadinya.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun, dr Reinhard JD Hutahaean, mengatakan pihaknya mengetahui peristiwa tersebut dari berbagai pemberitaan media. Menurutnya, memang terdapat sejumlah dokter yang diduga memberikan komentar tidak pantas terhadap pasien BPJS Kesehatan.
"Mungkin saja memang marganya Sihombing dan mungkin orang tuanya dulu orang Siantar. Tapi yang bersangkutan tidak terdaftar di IDI Cabang Pematangsiantar-Simalungun," ujar Reinhard.
Atas peristiwa tersebut, Reinhard mengaku turut berempati atas meninggalnya pasien BPJS Kesehatan tersebut. Ia juga menerima berbagai tanggapan dari tenaga kesehatan melalui utas di media sosial Threads.
"Patut diproses oleh organisasi ini," ujar Reinhard singkat.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, dr Benny Christian Sihombing merupakan dokter yang bertugas di RSUD Ruteng. Rumah sakit tersebut berada di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Akibat pernyataannya di media sosial, Benny menjadi sasaran kecaman warganet. Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial atas pernyataannya yang memicu kemarahan publik. (hm27)
BERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER
























