Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kualitas Sekolah Negeri Toba Dinilai Masih Tertinggal, Disdikpora Siapkan Pemerataan Guru

Mistar.idSelasa, 22 September 2026 pukul 07.01 WIB
kualitas_sekolah_negeri_toba_dinilai_masih_tertinggal_disdikpora_siapkan_pemerataan_guru

Kadisdikpora Toba, Donny Simamora. (Foto: Nimrot/MISTAR)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (21/9/2026) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Toba, Donny Raymond Simamora, mengakui kualitas pendidikan di sejumlah SD dan SMP negeri masih tertinggal dibandingkan sekolah swasta. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi dinas yang dipimpinnya.

Menurut Donny, kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Toba menjadi tantangan bersama yang harus diatasi, salah satunya melalui pemerataan tenaga pengajar.

“Kita juga harus paham bahwa sekolah swasta dari ketersediaan guru juga sangat jelas. Untuk itu, program saya memang akan dilakukan pemerataan tenaga pengajar untuk sekolah negeri, sehingga meminimalisasi kesenjangan kualitas swasta dan negeri,” ucap Donny, Senin (21/9/2026).

Lanjutnya, salah satu kunci keberhasilan sekolah adalah ketersediaan tenaga pengajar atau guru yang mencukupi. Karena itu, ia telah memerintahkan bidang terkait di Disdikpora untuk melakukan pemetaan guru di setiap sekolah negeri.

Dari pemetaan tersebut, nantinya akan dihitung jumlah guru di setiap SD dan SMP negeri, termasuk sekolah yang mengalami kelebihan maupun kekurangan tenaga pengajar. Hasil pemetaan akan dilaporkan kepada pimpinan untuk selanjutnya dilakukan distribusi guru.

“Artinya, akan terjadi pergeseran dari guru yang lebih di satu sekolah untuk disalurkan kepada sekolah yang kekurangan guru,” jelasnya.

Menurut Donny, program tersebut diharapkan dapat mempersempit kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan swasta. Selain itu, setiap SMP di Kabupaten Toba telah memiliki kelas unggulan atau kelas fokus dengan tetap memperhatikan siswa di kelas lainnya.

“Dengan demikian, melalui program ini akan dapat mempersempit kesenjangan. Selain itu, setiap SMP yang ada di Kabupaten Toba sudah memiliki kelas unggulan atau kelas fokus tanpa meninggalkan kelas yang lain, agar setiap anak SMP di Kabupaten Toba dapat masuk SMA unggulan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Donny mengatakan terdapat tiga kompetensi yang menjadi persyaratan untuk masuk ke SMA unggulan, yakni akademik, kesamaptaan, dan psikotes.

Untuk kompetensi akademik, berbagai kegiatan telah dilakukan siswa, seperti mengikuti olimpiade dan kegiatan lainnya. Sementara untuk kesamaptaan, siswa akan dilatih secara maksimal melalui guru olahraga. Adapun untuk psikotes, Disdikpora akan bekerja sama dengan pihak DEL dan Yayasan Tunas Bangsa.

“Sebenarnya untuk kemampuan akademik dari siswa SMP negeri di Kabupaten Toba cukup memadai. Hanya saja, untuk kemampuan kesamaptaan dan psikotes yang menjadi kendala untuk lebih maksimal masuk ke SMA unggul. Dari itu, kita akan genjot di kesamaptaan dan psikotes agar siswa tamatan SMP setiap tahunnya semakin banyak yang maksimal masuk SMA unggul,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN