Tuesday, September 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Jelang TKA, Siswa SMAN 2 Medan Perkuat Persiapan Lewat Bimbel

Mistar.idSelasa, 22 September 2026 pukul 14.41 WIB
jelang_tka_siswa_sman_2_medan_perkuat_persiapan_lewat_bimbel

Siswa kelas XII SMAN 2 Medan, dari kiri ke kanan, Abie Danu Pandyo, Fatih Wirandra Kresna, dan Gabriel Obeyelvin Sihite. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang semakin dekat, para siswa kelas XII semakin giat mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut.

Demikian juga para siswa di SMA Negeri 2 Medan. Meskipun pihak sekolah menyediakan bimbingan belajar (bimbel) tambahan secara gratis, tak sedikit siswa mengambil les tambahan di luar sekolah.

Salah satunya Fatih Wirandra Kresna. Siswa berusia 16 tahun ini mengaku mengikuti tiga program bimbel sekaligus demi mematangkan persiapannya. Selain memanfaatkan bimbingan gratis di sekolah, anak ketiga dari tiga bersaudara ini juga mengambil les bahasa Inggris dan bimbel khusus kedinasan.

Fatih mengatakan bahwa fokus utamanya adalah melanjutkan pendidikan ke Universitas Pertahanan (Unhan) pada jurusan teknik. Ia juga mengincar Institut Pertanian Bogor (IPB) di bidang pertanian, yang menjadi hobinya sejak lama.

“Goals utama saya itu masih di kedinasan Unhan. Saya belum dapat informasi pasti, tapi ada yang menyebutkan bahwasanya kalau mendaftar kedinasan juga diperlukan nilai TKA,” katanya kepada Mistar, Selasa (22/9/2026).

Ia mengaku sedikit takut menghadapi TKA nantinya. Namun, dengan adanya bantuan les gratis dari sekolah, Fatih merasa cukup terbantu. Apalagi, menurutnya, sejumlah soal yang dipelajari sedikit mirip dengan soal-soal untuk menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Langkah serupa juga dilakukan oleh teman sekelasnya, Gabriel Obeyelvin Sihite, 17 tahun. Anak pertama dari tiga bersaudara itu memfokuskan persiapan TKA demi menggapai cita-citanya masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (FKG USU).

Selain mengikuti bimbel yang disediakan sekolah, Gabriel juga mengambil jadwal belajar tambahan di salah satu bimbel yang ada di Kota Medan, dengan berfokus pada materi-materi SNBT.

“Saya juga belajar secara mandiri di rumah. Cari-cari soal di internet, medsos, maupun dari buku-buku lainnya,” tutur Gabriel.

Saat ini, ia mengaku masih memiliki sedikit keraguan meski persiapan yang dilakukan sudah sangat banyak dan cukup matang. Hingga saat ini, Gabriel masih aktif mengikuti proses tryout TKA yang dilakukan di bimbelnya.

Gabriel mengungkapkan bahwa pilihannya mengejar kedokteran gigi terinspirasi dari kakeknya yang berprofesi sebagai dokter gigi. Menurutnya, nilai TKA sangat berguna sebagai verifikator nilai untuk masuk ke FKG USU.

Sementara itu, Abie Danu Pandyo, 16 tahun, mempersiapkan diri untuk menghadapi pelaksanaan TKA dengan bermodalkan bimbel di sekolah dan belajar secara otodidak di rumah.

Anak ketiga dari tiga bersaudara itu mengaku sering membeli buku-buku latihan serta mempelajari materi-materi ujian dari media sosial maupun internet. Abie yang bercita-cita masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) ini mengaku belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai TKA yang bagus, mengingat sertifikat TKA merupakan salah satu syarat yang dibutuhkan untuk masuk PTN.

Menurut Abie, TKA memiliki peran yang sangat positif untuk membuktikan validitas dan kesesuaian nilai yang tercantum di dalam rapor.

“Perasaan ya memang lumayan grogi karena ini first time juga mengikutinya. Namun, karena goal saya ke PTN, jadi harus benar-benar serius belajar agar mampu menjawab soal TKA dengan baik,” ucapnya.

Diketahui, TKA 2026 akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November mendatang dengan dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26-29 Oktober, dan gelombang kedua berlangsung pada 2-5 November.

Ada lima mata pelajaran yang akan diujikan, tiga di antaranya merupakan mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Sementara dua mata pelajaran lainnya merupakan pilihan dari masing-masing siswa dan disesuaikan dengan jurusan yang akan dipilih di perguruan tinggi tujuan.

Fatih, yang bertujuan masuk ke Unhan atau IPB, memilih mata pelajaran pilihan Fisika dan Biologi. Sementara Gabriel yang memantapkan hati menuju FKG USU memilih mata pelajaran Biologi dan Kimia. Sedangkan Abie mengambil mata pelajaran pilihan Fisika dan Matematika Tingkat Lanjut. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN