Thursday, August 13, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Dua Bersaudara di Simalungun Idap Distrofi Otot, Pemkab Turun Tangan

Mistar.idKamis, 13 Agustus 2026 pukul 14.45 WIB
dua_bersaudara_di_simalungun_idap_distrofi_otot_pemkab_turun_tangan_

Teks foto: Plt Kadis Kesehatan Simalungun, Debora Purba saat meninjau warga mengidap distrofi otot di Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.(foto: Diskominfo/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID (13/8/2026) - Kondisi dua bersaudara di Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, yang mengalami Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) atau distrofi otot duchenne mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Tim Dinas Kesehatan Simalungun mendatangi kediaman keluarga tersebut, Selasa (11/8/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan kedua pasien sekaligus menentukan penanganan medis yang diperlukan.

Kedua bersaudara itu adalah Egi Syahrul Ramadhan berusia 23 tahun dan Muhammad Al Fajri 15 tahun, anak dari Mahadi dan Artini Damanik. Egi mulai mengalami gejala sejak duduk di kelas 6 SD. Sementara Al Fajri mengalami gejala serupa sejak kelas 4 SD.

Selama bertahun-tahun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat keduanya belum memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis secara maksimal.

Peninjauan dipimpin Plt Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, dr. Debora Haloho. Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap keduanya untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini.

Artini Damanik mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi kedua anaknya. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun dan bapak Bupati yang telah memberikan perhatian terhadap anak-anak kami," katanya.

Ia berharap perhatian tersebut menjadi awal bagi kedua anaknya untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Dinas Kesehatan Simalungun memastikan penanganan tidak berhenti pada pemeriksaan di rumah. Koordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis akan dilakukan untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.

"Segala tindakan medis yang diperlukan akan kami tempuh. Kami akan segera berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis agar kedua pasien mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai dan maksimal," kata Debora, Kamis (13/8/2026).

Debora juga mengatakan pihaknya akan terus mendampingi keluarga tersebut, termasuk memastikan pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis berjalan sesuai kondisi kedua pasien.(indra/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN