Wednesday, August 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Shuhei Yoshida: Industri Game Indie Makin Besar, Persaingan Juga Makin Ketat

Mistar.idRabu, 19 Agustus 2026 pukul 08.35 WIB
shuhei_yoshida_industri_game_indie_makin_besar_persaingan_juga_makin_ketat

Shuhei Yoshida, Mantan Presiden Sony Interactive Entertainment (kiri) dan Sean Lim, Managing Director Digital Braves. (foto:gamerwk/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (19/8/2026) — Shuhei Yoshida telah menghabiskan puluhan tahun ikut membentuk sejumlah game PlayStation yang berkesan. Meski meninggalkan posisi Presiden Sony Interactive Entertainment, ia tetap aktif dan dekat dengan industri game.

Di Busan Indie Connect Festival (BIC) 2026, Yoshida berbicara mengenai aktivitasnya setelah meninggalkan PlayStation, keterlibatannya dengan studio dan publisher indie, kesuksesan Clair Obscur: Expedition 33, hingga masa depan industri game yang menurutnya akan semakin menarik sekaligus kompetitif.

Tetap Aktif di Industri Game Setelah Meninggalkan PlayStation

Yoshida meninggalkan PlayStation pada Januari 2025. Namun, ia tidak benar-benar menjauh dari industri game.

Saat ini, ia menjadi advisor bagi dua publisher dan dua developer indie yang sebagian besar dijalankan oleh orang-orang yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun.

“Saat ini saya bekerja dengan dua publisher indie, Kepler Interactive dan FICTIONS,” jelas Yoshida.

Kepler Interactive berada di balik Clair Obscur: Expedition 33 dan Rematch. Sementara itu, FICTIONS didirikan oleh mantan staf Annapurna Interactive yang meninggalkan perusahaan tersebut dan membangun bisnis sendiri.

Yoshida memiliki hubungan personal yang cukup dekat dengan anggota inti FICTIONS. Sebagian dari mereka bahkan pernah bekerja bersamanya di Santa Monica Studio.

“Para anggota inti FICTIONS dulu bekerja untuk saya di Santa Monica Studio,” ujarnya. “Saya sudah berteman dengan mereka selama bertahun-tahun.”

Di sisi developer, Yoshida menjadi advisor bagi Enhance Games yang dipimpin Tetsuya Mizuguchi, kreator Tetris Effect, Lumines Arise, dan Rez Infinite.

“Dia orang yang sangat, sangat kreatif, dan saya sudah mengenalnya sejak dia masih di Sega,” kata Yoshida.

Ia juga menjadi advisor bagi Bokeh Game Studio yang didirikan Keiichiro Toyama, kreator Silent Hill, Siren, dan Gravity Rush. Toyama dan timnya kini berstatus independen dan sebelumnya merilis Slitterhead.

“Mereka dulu bekerja untuk saya, jadi ketika saya meninggalkan PlayStation, mereka meminta saya menjadi advisor,” jelasnya.

Dengan demikian, Yoshida merangkum aktivitasnya saat ini dengan sederhana: “Saat ini saya bekerja dengan empat perusahaan tersebut.”

Punya Hubungan Khusus dengan Clair Obscur: Expedition 33

Pengalaman Yoshida sebagai produser The Legend of Dragoon membuatnya memiliki hubungan yang cukup spesial dengan Clair Obscur: Expedition 33, terutama karena game tersebut menggunakan sistem pertarungan turn-based dengan mekanisme berbasis timing.

Yoshida pertama kali melihat game besutan Sandfall Interactive tersebut sekitar tiga tahun sebelum peluncurannya, ketika ia masih berada di PlayStation.

“Saya melihat gamenya tiga tahun lalu, sekitar dua tahun sebelum game tersebut selesai. Saat itu saya masih bersama PlayStation, dan saya bertemu dengan tim Sandfall Interactive di GDC,” kenangnya.

Dalam pertemuan tersebut, Yoshida sempat memainkan versi awal Clair Obscur: Expedition 33. Bahkan ketika itu, sistem combat utamanya sudah dapat dimainkan.

“Saya bisa memainkan demo awal Clair Obscur: Expedition 33. Mereka sudah memiliki combat system yang berjalan,” katanya.

Sebagai mantan produser The Legend of Dragoon, ia tentu memiliki alasan khusus untuk tertarik.

“Karena saya adalah produser The Legend of Dragoon, saya sangat senang bisa memainkan game tersebut,” tambahnya.

Yoshida melihat bahwa Sandfall Interactive mengambil inspirasi dari sejumlah game, termasuk Super Mario RPG dan The Legend of Dragoon, tetapi kemudian mengembangkan formula tersebut dengan pendekatan mereka sendiri.

Pada saat itu, game turn-based RPG belum berada dalam posisi yang terlalu populer. Yoshida pun memberikan saran kepada tim mengenai cara memasarkan dan memosisikan game tersebut.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN