Monday, October 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Yaman Makin Panas, Iran Siap Hadapi Gempuran AS

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 08.54 WIB
yaman_makin_panas_iran_siap_hadapi_gempuran_as

Caption: Pasukan pemerintah Yaman membawa senjata di sekitar Jabal Han, sebelah barat Kota Taiz, Yaman, Jumat (3/10/2026). Pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir. (foto: AFP via Anadolu)

news_banner

Aden, MISTAR.ID - Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengumumkan dimulainya operasi militer besar untuk merebut kembali wilayah yang masih dikuasai kelompok Houthi. Pada saat yang sama, Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan serangan militer Amerika Serikat.

Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya operasi tersebut pada Minggu (4/10/2026). Ia mengatakan pasukan pemerintah telah diperintahkan untuk menjalankan operasi hingga wilayah Yaman kembali berada di bawah kendali negara.

Mengutip Al Jazeera, Senin (5/10/2026), langkah tersebut menandai peningkatan tajam pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan Houthi yang didukung Iran.

Al-Alimi mengatakan pemerintah Yaman telah menyelesaikan seluruh persiapan yang diperlukan dan menilai berbagai upaya untuk meredakan ketegangan telah menemui jalan buntu.

Operasi tersebut diarahkan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk kawasan strategis di sekitar Taiz dan jalur Laut Merah. Perkembangan ini juga meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran di kawasan tersebut.

Reuters melaporkan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi berupaya merebut kembali seluruh wilayah yang dikuasai Houthi. Kelompok tersebut masih menguasai wilayah luas di Yaman, termasuk ibu kota Sanaa.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran tidak melihat adanya solusi militer untuk konflik dengan Amerika Serikat.

Namun, Araghchi menegaskan Iran tetap siap menghadapi kemungkinan tindakan militer Washington.

“Tidak ada solusi militer,” kata Araghchi, seraya menegaskan Iran tetap terbuka terhadap diplomasi, seperti dikutip Al Jazeera.

Araghchi mengatakan Iran berharap Amerika Serikat memilih jalur diplomasi. Namun, jika Washington kembali memilih tindakan militer, Iran disebut lebih siap dibanding sebelumnya untuk mempertahankan diri.

Ketegangan kawasan meningkat setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutunya memasuki fase baru. Perkembangan di Yaman menjadi salah satu titik penting karena Houthi memiliki kemampuan menyerang target di kawasan serta mengganggu jalur pelayaran strategis.

Associated Press juga melaporkan bahwa pertempuran baru di Yaman telah meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran dan memperburuk situasi kemanusiaan di negara tersebut.

Pemerintah Yaman menyatakan operasi militer akan terus dilakukan untuk mengembalikan kendali negara atas wilayah yang masih dikuasai Houthi. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN