Monday, October 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

AS Tarik Bomber dari Pangkalan Inggris Pasca Insiden RAF

Mistar.idSenin, 5 Oktober 2026 pukul 09.54 WIB
as_tarik_bomber_dari_pangkalan_inggris_pasca_insiden_raf

Bomber Rockwell B1 Lancer lepas landas dari Pangkalan RAF Fairford, Inggris, Minggu (4/10/2026). (foto: Getty Images via BBC)

news_banner

Washington, MISTAR.ID - Angkatan Udara Amerika Serikat menarik kembali pesawat-pesawat pembom yang ditempatkan di RAF Fairford, Inggris, setelah muncul penyelidikan terkait dugaan rencana serangan teror di pangkalan tersebut.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan bomber-bomber AS telah dikembalikan ke pangkalan mereka di Amerika Serikat. Pejabat yang tidak berwenang membahas pergerakan militer sensitif itu berbicara secara anonim.

Dilansir BBC, Senin (5/10/2026), pengamat penerbangan sebelumnya melihat puluhan bomber B-52 dan B-1 beroperasi dari RAF Fairford sejak awal perang Iran. Pada Minggu (4/10/2026), sejumlah pesawat B-1 terlihat meninggalkan pangkalan tersebut.

Penarikan bomber dilakukan ketika Presiden Donald Trump mempertimbangkan berbagai opsi terkait perang dengan Iran, termasuk kemungkinan melancarkan serangan baru. Trump pada Sabtu mengatakan Iran telah “dihancurkan” dan Washington kini menghadapi pilihan antara menyelesaikan konflik dengan “cara mudah atau cara sulit”.

Langkah tersebut juga terjadi setelah seorang warga berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran ditangkap di London pekan lalu karena diduga merencanakan serangan teror. Penangkapan itu berkaitan dengan insiden keamanan di RAF Fairford pada akhir September.

Sebanyak enam orang telah ditahan dan kemudian dibebaskan dengan jaminan selama penyelidikan. Otoritas Inggris mengaitkan insiden tersebut dengan Iran, sementara Teheran membantah keterlibatannya.

Iran sebelumnya menyatakan pangkalan yang digunakan untuk menyerang wilayahnya dapat dianggap sebagai target yang sah. Pemerintah Inggris juga menuduh kelompok yang terkait dengan Iran berada di balik sejumlah aksi pembakaran dan serangan di Inggris serta negara lain.

Meski bomber ditarik dari Inggris, Amerika Serikat masih mempertahankan kekuatan militer besar di Timur Tengah. Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kelompok kapal USS Makin Island Amphibious Ready Group dilaporkan sedang menuju kawasan tersebut.

Pergerakan itu berpotensi membuat tiga kapal induk AS berada di Timur Tengah pada akhir Oktober, di tengah ketidakpastian mengenai kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN