Krisis Perumahan, PM Sanchez Umumkan Pemilu Dini Spanyol

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez saat akan menyampaikan pidato di Parlemen. (foto: BBC)
Madrid, MISTAR.ID - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez resmi mengumumkan pemilu parlemen dini yang akan digelar pada 29 November 2026, mempercepat pemungutan suara yang semula dijadwalkan berlangsung pada musim panas 2027.
Pengumuman tersebut disampaikan Sanchez dalam pidato yang disiarkan dari Madrid pada Senin (5/10/2026), setelah pemerintahannya menghadapi tekanan politik akibat kegagalan mengesahkan paket legislasi darurat untuk mengatasi krisis perumahan.
Setelah mengumumkan pemilu, Sanchez mengatakan pemerintah membutuhkan pembaruan dan perluasan dukungan rakyat. Ia juga menyerukan mobilisasi agar parlemen berikutnya memberikan pemerintahan koalisi kiri tersebut mayoritas progresif yang lebih luas.
"Kita perlu memperbarui dan memperluas dukungan rakyat terhadap pemerintah. Kita harus memobilisasi dan memastikan bahwa parlemen memberikan kita mayoritas progresif yang jauh lebih luas," kata Sanchez, dikutip BBC.
Dalam pembukaan pidatonya, Sanchez menyinggung berbagai krisis yang dihadapi Spanyol dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perang yang masih berlangsung di Ukraina dan sejumlah krisis di Timur Tengah.
Ia kemudian menyoroti sejumlah capaian pemerintahan koalisi yang dipimpinnya, termasuk pertumbuhan ekonomi, meski menurutnya pemerintah menghadapi upaya untuk menghambat kemajuan tersebut.
"Spanyol telah menjadi contoh dunia dalam hal perdamaian, feminisme dan kemakmuran," katanya.
Keputusan menggelar pemilu dini diambil setelah Sanchez menghadapi tekanan politik yang semakin besar dalam beberapa pekan terakhir.
Pemerintah koalisi kiri Sanchez gagal mengesahkan dua dekret darurat mengenai perumahan dalam pemungutan suara di parlemen pada Jumat (2/10/2026).
Dekret tersebut antara lain mencakup penangguhan penggusuran penyewa rentan hingga 2030, kenaikan pajak untuk apartemen wisata, serta perpanjangan otomatis kontrak sewa. Kebijakan terakhir menjadi salah satu tuntutan utama kelompok kiri dan Serikat Penyewa.
Anggota parlemen menolak dekret pertama dengan suara 178 berbanding 172, sedangkan dekret kedua ditolak dengan suara 184 berbanding 166.
Kekalahan tersebut terjadi setelah berminggu-minggu demonstrasi terkait krisis perumahan di Spanyol. Pada Sabtu (4/10), sekitar 50 aksi demonstrasi berlangsung di sejumlah kota, termasuk Madrid, Barcelona dan Valencia.
Gelombang protes nasional bermula bulan lalu setelah seorang perempuan berusia 87 tahun digusur dari rumahnya di Madrid akibat kenaikan harga sewa.
Menurut BBC, celah hukum memungkinkan uang sewanya dinaikkan dari 500 euro menjadi 2.650 euro per bulan. Angka tersebut kemudian diturunkan menjadi 1.650 euro, tetapi masih 300 euro lebih tinggi dibandingkan pensiun bulanannya.
Sebelum paket perumahan ditolak parlemen, Sanchez meminta anggota Kongres mempertimbangkan kondisi masyarakat biasa.
"Saya ingin meminta Anda melupakan argumen-argumen politik dan memikirkan masyarakat biasa. Saya meminta Anda untuk berani," kata Sanchez, dikutip BBC.
Sebelumnya, Sanchez mempertahankan kebijakan pemerintah dengan mengatakan paket tersebut dimaksudkan untuk memberikan keteraturan pada pasar perumahan.
"Apa yang ada di balik dekret-dekret ini adalah keinginan untuk menciptakan keteraturan dan rasa kemanusiaan dalam sebuah pasar yang, jika tidak kita kendalikan, akan menghancurkan masyarakat kita," katanya, dikutip Associated Press (AP). (*)
PREVIOUS ARTICLE
AS Tarik Bomber dari Pangkalan Inggris Pasca Insiden RAF













































