Tuesday, September 29, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Lima Orang Ditangkap, Diduga Rencanakan Serangan di Pangkalan Udara Inggris

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 23.20 WIB
lima_orang_ditangkap_diduga_rencanakan_serangan_di_pangkalan_udara_inggris

Lima Orang Ditangkap, Diduga Rencanakan Serangan di Pangkalan Udara Inggris

news_banner

London, MISTAR.ID - Lima pria ditangkap dalam dugaan rencana serangan bom di sekitar Pangkalan Udara RAF Fairford, Gloucestershire, Inggris. Polisi antiterorisme mengatakan kelima tersangka berusia 23 hingga 25 tahun dan semuanya merupakan warga Inggris.

Dilansir Daily Mail, Senin (28/9/2026), kelimanya ditangkap pada Minggu dini hari waktu setempat setelah seorang warga melaporkan tiga van putih mencurigakan dan sejumlah pria bertopeng di dekat pangkalan udara tersebut.

Tiga tersangka berasal dari Westminster, satu dari Camden, dan satu lainnya dari Willesden. Mereka dapat ditahan hingga 14 hari untuk kepentingan pemeriksaan berdasarkan undang-undang antiterorisme Inggris.

Deputi Asisten Komisioner Polisi Antiterorisme, Vicki Evans, mengatakan operasi tersebut merupakan penyelidikan berskala besar yang melibatkan kepolisian lokal dan nasional, Kementerian Pertahanan Inggris serta sejumlah lembaga lainnya.

"Saya sangat menyadari spekulasi mengenai motif di balik insiden ini dan pertanyaan geopolitik yang muncul. Namun, saya meminta agar Polisi Antiterorisme diberi ruang untuk menjalankan penyelidikan secara hati-hati dan menyeluruh," kata Evans.

Penggeledahan yang dilakukan setelah penangkapan menghasilkan sejumlah petunjuk baru, sementara penyelidikan masih berlangsung. Para tersangka awalnya ditangkap berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak Inggris sebelum kemudian dikenai pasal terorisme.

Iran Bantah Terlibat

Penangkapan tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa aksi itu berkaitan dengan Iran, terutama karena RAF Fairford digunakan Angkatan Udara Amerika Serikat dalam operasi terhadap Iran.

Namun, Kedutaan Besar Iran di London secara tegas membantah keterlibatan Teheran. Dalam pernyataannya, Iran menyebut laporan yang mengaitkan pemerintahnya dengan penangkapan tersebut sebagai "spekulasi yang tidak berdasar dan jahat".

Iran juga menilai penyebaran informasi tersebut hanya akan memperkuat apa yang disebutnya sebagai propaganda Iranofobia di Inggris.

Pemerintah Inggris sendiri menegaskan bahwa terlalu dini untuk menentukan latar belakang dan motif kelima tersangka.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting mengatakan pemerintah "tidak membuat asumsi apa pun" mengenai latar belakang maupun motif para pria yang ditangkap.

Laporan Warga

Keberadaan para tersangka diketahui setelah seorang petani perempuan setempat pulang dari sebuah pesta sekitar pukul 01.00 dini hari.

Ia menemukan tiga van putih menghalangi jalan di dekat RAF Fairford. Tak lama kemudian, ia melihat sejumlah pria bertopeng dan mengenakan pakaian gelap berlari meninggalkan lokasi.

Rekaman udara memperlihatkan robot penjinak bom yang dikendalikan dari jarak jauh berada di dekat sejumlah van putih di Whelford, dekat pangkalan militer tersebut. (foto: BBC)

Perempuan itu mencoba menghubungi polisi militer Kementerian Pertahanan, tetapi panggilannya tidak dijawab. Ia lalu menghubungi layanan darurat 999 pada pukul 01.36 waktu setempat.

Sekitar 10 menit kemudian, polisi bersenjata tiba di desa Whelford. Lima pria akhirnya ditangkap dalam operasi tersebut.

"Saya benar-benar terkejut bahwa sebagai anggota masyarakat, saya yang harus melihat dan melaporkan hal ini," kata perempuan tersebut dalam wawancara dengan BBC Radio 4.

Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memuji tindakan cepat perempuan tersebut, tetapi mengatakan ia hanya memiliki "sebagian gambaran" mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

"Ia melakukan apa yang kami harapkan dilakukan seseorang dalam situasi luar biasa seperti itu. Saya sangat berterima kasih kepadanya," ujar Streeting.

Setelah penangkapan, polisi memasang garis pengamanan dalam radius sekitar 400 meter dan mengevakuasi sekitar 85 rumah di Whelford.

Para warga dibawa ke Cirencester Leisure Centre, sekitar 16 kilometer dari desa tersebut. Sebagian warga mengaku dibangunkan polisi bersenjata pada dini hari dan diminta segera meninggalkan rumah demi keselamatan.

Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui tujuan para tersangka, kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, serta apakah dugaan plot tersebut memiliki kaitan dengan Iran. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN