Monday, September 28, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Saudi-Houthi Memanas, Sekolah di Riyadh Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Sepekan

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 08.54 WIB
saudihouthi_memanas_sekolah_di_riyadh_terapkan_pembelajaran_jarak_jauh_sepekan_

Sekolah di Riyadh. (Foto: AFP/Mistar)

news_banner

Riyadh, MISTAR.ID - Sejumlah sekolah di Riyadh, Arab Saudi, mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem jarak jauh selama satu pekan. Kebijakan tersebut diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman.

Sejumlah orang tua murid menerima pemberitahuan dari pihak sekolah terkait perubahan sistem pembelajaran tersebut. Dua pesan yang dilihat AFP menyebutkan sekolah mendapat instruksi dari otoritas Saudi untuk menghentikan kegiatan belajar tatap muka selama sepekan.

"Kami baru saja diberi tahu oleh otoritas Saudi bahwa sekolah harus tetap tutup sepanjang minggu," demikian isi salah satu pesan tersebut dilansir AFP, Senin (28/9/2026).

Pihak berwenang belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik kebijakan tersebut. Namun, keputusan itu muncul ketika situasi keamanan di kawasan Teluk kembali memanas menyusul serangkaian serangan yang dilakukan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi.

Sejumlah orang tua murid mempertanyakan minimnya informasi terkait keputusan tersebut. Salah seorang warga Riyadh yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, keluarga seharusnya mendapatkan penjelasan yang lebih jelas ketika kebijakan sekolah berdampak selama satu pekan penuh.

"Ini keputusan mendadak. Kami sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi," ujar seorang ekspatriat asal Lebanon yang tinggal di Riyadh kepada AFP.

Pada Minggu malam, beberapa sekolah mulai menyampaikan informasi mengenai kemungkinan kembali ke pembelajaran tatap muka pada Senin.

Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Saudi mengenai penutupan sekolah tersebut maupun instruksi untuk kembali menggelar pembelajaran secara langsung.

Kebijakan tersebut diberlakukan sehari setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi dan terlibat dalam konflik melawan Houthi di Yaman mengumumkan telah mencegat sejumlah drone dan rudal balistik yang diarahkan ke wilayah kerajaan.

Serangkaian serangan tersebut menjadi bagian dari meningkatnya kembali konflik antara Saudi dan Houthi sejak Juli. Eskalasi ini mengakhiri periode gencatan senjata yang telah berlangsung selama beberapa tahun dan turut memperluas dampak konflik Yaman ke situasi Timur Tengah secara lebih luas.

Sebelumnya, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam peningkatan serangan Houthi terhadap Arab Saudi. PBB mencatat bahwa serangan tersebut telah menyebabkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, mengalami luka.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN