Wednesday, September 16, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Konflik Yaman Memanas, Lebih dari 100.000 Warga Mengungsi

Mistar.idRabu, 16 September 2026 pukul 11.44 WIB
konflik_yaman_memanas_lebih_dari_100000_warga_mengungsi

Keluarga di Yaman mengungsi akibat meningkatnya pertempuran. (Foto: Anadolu Agency)

news_banner

Yaman, MISTAR.ID - Lebih dari 100.000 orang di Yaman terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat eskalasi konflik yang meningkat sejak Juli 2026, menurut Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Selasa (15/9/2026).

UNHCR menyebut pertempuran yang meningkat di sepanjang pantai barat Yaman telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi di dalam negeri. Ribuan lainnya terpaksa mencari tempat aman dengan menyeberangi Selat Bab el-Mandeb.

Dalam empat hari terakhir, lebih dari 2.400 orang telah menyeberang ke Djibouti.

UNHCR mengatakan kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi tempat tinggal, makanan, air bersih, layanan medis, dan perlindungan. Kondisi tersebut semakin sulit karena komunitas tuan rumah dan lokasi pengungsian telah mencapai batas kemampuan mereka.

"Akses kemanusiaan masih menjadi tantangan besar. Ketidakamanan, jalan yang rusak, gangguan telekomunikasi, dan pembatasan pergerakan berpengaruh terhadap operasional," kata UNHCR dalam pernyataannya.

Situasi di Yaman semakin memanas pada pertengahan Juli ketika pasukan pro-pemerintah menyerang Bandara Sanaa saat sebuah pesawat dari Iran yang mengangkut delegasi pemimpin Houthi sedang mendarat.

Kelompok Houthi kemudian menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap kerajaan itu hingga blokade terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi dicabut.

Dalam sepekan terakhir, Houthi dilaporkan meraih kemajuan signifikan di wilayah barat daya dan barat Yaman dengan merebut sejumlah wilayah di sepanjang pantai Laut Merah serta permukiman di dekat Selat Bab el-Mandeb, termasuk pelabuhan strategis Al-Mocha. (hm25/antara)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN