Koalisi Saudi Klaim Houthi Serang Gardu Listrik Pemasok Masjid Nabawi

Bendera Arab Saudi. (foto: Getty Images/Mistar)
Riyadh, MISTAR.ID - Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menuduh kelompok Houthi menyerang sebuah gardu listrik di Madinah. Infrastruktur itu disebut memasok kebutuhan listrik ke Masjid Nabawi, salah satu tempat suci umat Islam.
Dikutip dari Reuters, Jumat (2/10/2026), koalisi Saudi mengatakan serangan tersebut menyebabkan salah satu transformator berhenti beroperasi. Meski demikian, gangguan itu disebut tidak berdampak terhadap jaringan listrik Madinah secara keseluruhan.
Koalisi menyatakan pemeriksaan terhadap puing-puing drone yang ditemukan di lokasi menjadi dasar kesimpulan mengenai keterlibatan Houthi. Menurut mereka, kelompok yang berbasis di Yaman itu terlibat dalam perencanaan hingga pelaksanaan serangan terhadap fasilitas kelistrikan tersebut.
Houthi membantah tuduhan tersebut. Seorang sumber militer kelompok itu dikutip kantor berita Saba menyebut tudingan Saudi sebagai kebohongan. Ia juga menilai tuduhan tersebut digunakan untuk menutupi kegagalan Saudi dalam membuktikan klaim sebelumnya mengenai serangan Houthi terhadap Mekkah.
Sekitar dua pekan sebelumnya, Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di wilayah selatan Mekkah. Menurut Saudi, drone tersebut berada sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci tersebut.
Koalisi Saudi menyebut insiden di Madinah sebagai bagian dari rangkaian upaya Houthi yang mereka klaim menyasar dua masjid suci. Mereka mengatakan langkah perlindungan terhadap situs-situs keagamaan dan para jemaah akan terus dilakukan.
Houthi sebelumnya juga membantah pernah menargetkan Mekkah maupun lokasi suci umat Islam lainnya.
Di sisi lain, beberapa jam setelah pernyataan koalisi Saudi mengenai serangan di Madinah, Houthi melaporkan adanya serangan udara Saudi terhadap Sanaa serta sejumlah wilayah lain di Yaman. Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi terbaru dari pihak Saudi terkait tuduhan itu.
Kantor berita yang dikelola Houthi menyebut serangan juga terjadi di Provinsi Saada, Taiz, dan Amran. Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Saudi mengklaim telah melancarkan lebih dari 20 serangan udara terhadap posisi Houthi di Taiz.
Serangan tersebut disebut menyasar sejumlah fasilitas militer, termasuk tempat penyimpanan rudal dan pusat komando.
Jika serangan di Sanaa tersebut terkonfirmasi, peristiwa itu akan menjadi serangan pertama di wilayah ibu kota Yaman sejak Juli. Pada saat itu, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dilaporkan menyerang landasan pacu Bandara Sanaa dengan tujuan mencegah pesawat Iran melakukan pendaratan.
Perkembangan terbaru ini menandai kembali meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi setelah periode gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2022.
PREVIOUS ARTICLE
Dua Suntikan Gagal Eksekusi Mati Christa Pike, Ini yang Terjadi








































