Prediksi AGI Makin Dekat, tetapi Kapan Akan Terwujud Masih Jadi Perdebatan

Ilustrasi, Prediksi AGI Makin Dekat, tetapi Kapan Akan Terwujud Masih Jadi Perdebatan. (foto:chatgpt/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (20/8/2026) — Prediksi mengenai kapan kecerdasan buatan umum atau Artificial General Intelligence (AGI) akan terwujud semakin beragam. Sejumlah peneliti masih memperkirakan waktunya berada pada dekade 2040-an, sementara pasar prediksi dan sejumlah tokoh industri teknologi menempatkannya jauh lebih dekat, yakni pada akhir 2020-an hingga awal 2030-an.
Namun, perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan para ahli sepakat bahwa AGI sudah dekat. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya definisi tunggal mengenai AGI dan perbedaan ukuran yang digunakan untuk menilai kecerdasan mesin.
Survei Peneliti Masih Lebih Hati-hati
Salah satu survei terbesar terhadap peneliti AI dilakukan AI Impacts pada 2023. Survei tersebut melibatkan 2.778 peneliti dari sejumlah konferensi AI terkemuka.
Survei itu tidak secara langsung menanyakan "kapan AGI", melainkan menggunakan konsep high-level machine intelligence (HLMI), yang didefinisikan sebagai kondisi ketika mesin tanpa bantuan manusia mampu melakukan setiap tugas lebih baik dan lebih murah dibandingkan pekerja manusia.
Hasilnya menunjukkan perkiraan agregat 50 persen peluang tercapainya HLMI pada 2047. Angka tersebut lebih cepat dibandingkan survei sebelumnya, menunjukkan bahwa perkiraan peneliti juga mengalami percepatan seiring perkembangan AI.
Survei AI Impacts 2022 yang melibatkan 738 peneliti yang menerbitkan karya di NeurIPS dan ICML pada 2021 sebelumnya menghasilkan perkiraan 2059 untuk peluang 50 persen tercapainya HLMI.
Perbedaan tersebut menunjukkan adanya pergeseran optimisme, tetapi bukan berarti seluruh peneliti memperkirakan AGI akan hadir sebelum 2050.
Pasar Prediksi Melihat Waktu yang Lebih Dekat
Gambaran berbeda muncul dari komunitas prediksi.
Di Metaculus, sekitar 1.800 peramal saat ini memperkirakan sistem weakly general AI pertama yang dirancang, diuji, dan diumumkan secara terbuka akan muncul sekitar Oktober 2028.
Untuk sistem yang disebut general AI, sekitar 1.900 peramal menempatkan perkiraan waktunya sekitar akhir 2032.
Angka tersebut bukan konsensus ilmiah. Metaculus merupakan komunitas prediksi dan hasilnya dapat berubah mengikuti perkembangan teknologi serta informasi baru.
Pasar prediksi lain juga menunjukkan optimisme, tetapi dengan peluang yang lebih rendah. Di Kalshi, saat ini pasar memperkirakan peluang OpenAI mengumumkan pencapaian AGI sebelum 2027 sekitar 6,8 persen, sebelum 2028 sekitar 16,8 persen, dan sebelum 2030 sekitar 39 persen.
Sementara itu, Polymarket pada awal Agustus 2026 menempatkan peluang OpenAI mengumumkan AGI sebelum 2027 sekitar 10 persen.
Angka-angka tersebut perlu dibaca sebagai probabilitas pasar pada waktu tertentu, bukan ramalan pasti.
Sejumlah Tokoh Teknologi Lebih Optimistis
Beberapa tokoh industri juga memberikan perkiraan yang jauh lebih agresif.
Ray Kurzweil, misalnya, tetap mempertahankan prediksinya bahwa AI akan mencapai tingkat kecerdasan manusia sekitar 2029. Ia membedakannya dari technological singularity, yang menurutnya akan terjadi pada 2045.
Sejumlah eksekutif teknologi lain juga memberikan perkiraan pada akhir 2020-an. Namun, prediksi tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai pandangan individu, bukan konsensus ilmiah.
Hal yang sama berlaku ketika tokoh teknologi menggunakan istilah seperti "AI lebih pintar daripada manusia" atau "AI setingkat manusia". Definisi tersebut tidak selalu sama dengan definisi AGI yang digunakan dalam penelitian.
Mengapa Prediksi Terlihat Semakin Dekat?
Salah satu penyebab perubahan perkiraan adalah pesatnya perkembangan model AI generatif.
Model AI kini tidak hanya mampu menghasilkan teks dan gambar, tetapi juga melakukan penalaran, menggunakan berbagai jenis data, menjalankan kode, menggunakan alat digital, dan menyelesaikan rangkaian tugas yang semakin panjang.
Peningkatan kemampuan tersebut membuat sebagian peneliti dan pengamat menilai bahwa jarak menuju AI yang lebih umum mungkin semakin pendek.
Namun, belum ada bukti bahwa peningkatan kemampuan model saat ini secara otomatis akan menghasilkan AGI.
Persoalannya bukan hanya membuat AI mampu menyelesaikan lebih banyak tugas, tetapi memastikan sistem tersebut dapat menggeneralisasi pengetahuan, belajar dari situasi baru, mempertahankan kemampuan dalam jangka panjang, merencanakan tindakan, dan bekerja secara andal tanpa pengawasan manusia terus-menerus.
Benchmark Belum Bisa Menentukan AGI
Perkembangan skor pada berbagai benchmark (patokan) juga tidak otomatis berarti AGI telah tercapai.
AI dapat menunjukkan performa sangat tinggi pada tes tertentu, tetapi masih mengalami kesulitan pada tugas yang membutuhkan penalaran lintas konteks, pembelajaran berkelanjutan, memori jangka panjang, pemahaman dunia fisik, atau kemampuan menghadapi situasi yang benar-benar baru.
Karena itu, tidak ada satu benchmark yang saat ini diterima secara universal sebagai "tes AGI".
Uji Turing juga tidak lagi cukup untuk menggambarkan seluruh kemampuan yang diharapkan dari AGI. Kemampuan berbicara layaknya manusia hanya merupakan salah satu aspek kecerdasan umum.
AGI, HLMI, dan Singularity Bukan Hal yang Sama
Perbedaan definisi menjadi alasan penting mengapa prediksi AGI terlihat sangat beragam.
AGI umumnya merujuk pada sistem AI dengan kemampuan kognitif yang luas dan dapat menjalankan beragam tugas intelektual.
Sementara HLMI dalam survei AI Impacts memiliki definisi lebih spesifik, yakni mesin yang mampu melakukan setiap tugas lebih baik dan lebih murah daripada manusia.
Adapun singularity merujuk pada konsep yang berbeda lagi, yaitu periode ketika perkembangan teknologi dan kecerdasan mesin mengalami percepatan yang sangat besar.
Karena definisinya berbeda, angka 2028, 2032, 2047, atau 2059 tidak dapat dianggap sebagai prediksi terhadap peristiwa yang sama persis.
Prediksi Lama Menjadi Pengingat
Sejarah AI juga menunjukkan bahwa prediksi mengenai masa depan teknologi sering kali terlalu optimistis.
Pada 1965, ilmuwan komputer Herbert A. Simon memperkirakan mesin akan mampu melakukan pekerjaan apa pun yang dapat dilakukan manusia dalam waktu sekitar 20 tahun.
Contoh tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak selalu berlangsung sesuai garis waktu yang diperkirakan.
Karena itu, prediksi AGI dari perusahaan teknologi, pengusaha, peneliti, maupun komunitas prediksi sebaiknya dipandang sebagai skenario, bukan kepastian.
Jadi, Kapan AGI Akan Terwujud?
Belum ada jawaban pasti.
Sebagian survei peneliti AI masih menempatkan peluang 50 persen tercapainya HLMI pada dekade 2040-an. Di sisi lain, komunitas prediksi seperti Metaculus menempatkan sistem AI yang lebih umum pada akhir 2020-an hingga awal 2030-an.
Perbedaan tersebut tidak harus dianggap sebagai kontradiksi. Para pihak menggunakan definisi, metode, dan asumsi yang berbeda.
Yang lebih jelas adalah kemampuan AI berkembang cepat. Namun, belum ada bukti bahwa AGI telah tercapai dan belum ada konsensus ilmiah mengenai kapan teknologi tersebut akan terwujud.
Dengan demikian, AGI mungkin memang lebih dekat dibandingkan perkiraan beberapa tahun lalu, tetapi apakah akan muncul pada 2028, 2032, 2047, atau bahkan lebih jauh masih menjadi pertanyaan terbuka.
(aimultiple/*/hm27)





















