Tuesday, August 18, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Nenek Moyang Mamalia Diduga Sudah Melahirkan Anak Hidup 236 Juta Tahun Lalu

Mistar.idSelasa, 18 Agustus 2026 pukul 10.01 WIB
nenek_moyang_mamalia_diduga_sudah_melahirkan_anak_hidup_236_juta_tahun_lalu

Rekonstruksi sekelompok individu Chiniquodon theotonicus, seekor betina hamil (kiri) serta seekor betina (kanan) yang menyusui beberapa anak yang relatif besar. (foto: María de los Ángeles Miceli Baro via Live Science/Mistar)

news_banner

Belum Menjadi Bukti Mutlak

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa temuan tersebut belum dapat dianggap sebagai bukti yang benar-benar pasti.

Emily Rayfield, paleobiolog dari University of Bristol yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut temuan itu sebagai petunjuk penting, tetapi masih membutuhkan bukti tambahan.

"Ini bukan bukti yang tak terbantahkan, tetapi menunjukkan bahwa mereka melahirkan anak hidup," kata Rayfield kepada Live Science.

Anne Weil, paleontolog vertebrata dari Oklahoma State University yang juga tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan dirinya tidak terlalu terkejut dengan kemungkinan tersebut.

Pasalnya, hewan vertebrata modern memiliki strategi reproduksi yang sangat beragam. Ada ikan dan reptil yang bertelur, tetapi ada pula yang melahirkan anak hidup.

Bahkan pada mamalia sendiri, strategi reproduksinya tidak seragam. Platipus dan ekidna, misalnya, masih bertelur. Sementara kanguru melahirkan anak yang sangat kecil dan melanjutkan perkembangannya di dalam kantung induk.

Viviparitas Mungkin Muncul Jauh Lebih Awal

Selama bertahun-tahun, melahirkan anak hidup dipandang sebagai salah satu kemampuan evolusioner yang relatif baru dalam garis keturunan mamalia.

Pandangan sebelumnya menyebut strategi tersebut kemungkinan berkembang dari kebiasaan bertelur melalui tahap peralihan, yang kemudian menjadi bagian dari strategi reproduksi mamalia berkantung.

Namun, berbagai bukti dalam beberapa tahun terakhir mulai menantang anggapan tersebut.

Jika interpretasi terhadap fosil C. theotonicus benar, viviparitas ternyata sudah ada sekitar 236 juta tahun lalu—jauh sebelum garis keturunan mamalia plasenta dan marsupial modern terpisah.

"Ini bisa menjadi bukti adanya peralihan umum dari bertelur ke melahirkan anak hidup pada tahap awal garis keturunan mamalia, tetapi kita membutuhkan lebih banyak bukti," kata Gaetano.

Rayfield juga menilai kelahiran hidup kemungkinan memang muncul lebih awal dalam evolusi mamalia daripada yang selama ini diperkirakan, meski bukti tambahan masih diperlukan untuk memastikannya.

Nenek Moyang Mamalia Ternyata Lebih Mirip Mamalia Modern

Bagi Gaetano, makna penelitian ini tidak hanya berkaitan dengan cara nenek moyang mamalia berkembang biak.

Temuan tersebut juga memperkuat gambaran bahwa sejumlah karakteristik yang selama ini dianggap khas mamalia modern ternyata mungkin sudah muncul jauh lebih awal dalam evolusi kelompok tersebut.

"Kita biasanya menganggap nenek moyang mamalia sebagai makhluk kecil yang mirip reptil. Namun, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk ini ternyata lebih mirip mamalia masa kini daripada yang kita bayangkan," ujar Gaetano.

Kemungkinan viviparitas pada C. theotonicus juga bukan satu-satunya petunjuk mengenai karakteristik mirip mamalia pada cynodont purba.

Penelitian lain menemukan indikasi kemungkinan adanya kumis pada Probainognathus, cynodont karnivora yang hidup sekitar 230 juta tahun lalu. Ada pula indikasi rambut dan laktasi pada Prozostrodontia, kelompok cynodont yang hidup sekitar 240 juta tahun lalu.

Temuan-temuan tersebut secara bertahap mengubah pemahaman ilmuwan tentang seperti apa nenek moyang mamalia dan kapan berbagai ciri khas mamalia mulai berkembang.

(sciencedaily/livescience/*/hm27)

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN