Astronom Temukan Kandidat ‘Bintang Lubang Hitam’ di Alam Semesta Awal

Ilustrasi, Astronom Temukan Kandidat ‘Bintang Lubang Hitam’ di Alam Semesta Awal. (foto:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (18/8/2026) — Para astronom melaporkan temuan objek kosmik ekstrem yang disebut “bintang lubang hitam” (black hole star/BH)*, sebuah objek yang secara visual menyerupai bintang tetapi diduga ditenagai oleh lubang hitam yang diselimuti gas sangat padat.
Objek bernama MoM-BH-1* itu terdeteksi menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) milik NASA. Letaknya di arah konstelasi Cetus, atau Sang Paus, dan cahayanya berasal dari masa ketika alam semesta masih berusia sekitar 660 juta tahun setelah Big Bang.
Temuan ini menarik perhatian karena dapat membantu menjelaskan asal-usul lubang hitam supermasif yang kini diketahui berada di pusat hampir semua galaksi besar, termasuk Bima Sakti.
Berawal dari “Titik Merah Kecil” James Webb
Tim astronom internasional awalnya menggunakan JWST untuk mencari galaksi-galaksi paling jauh di alam semesta. Dalam pengamatan tersebut, para peneliti menemukan sejumlah objek merah dan sangat kompak yang dikenal sebagai Little Red Dots (LRD).
MoM-BH*-1 menjadi salah satu objek yang paling mencolok. Spektrumnya didominasi cahaya merah dan menunjukkan perubahan tajam pada panjang gelombang tertentu—karakteristik yang sulit dijelaskan hanya dengan populasi bintang biasa.
Objek tersebut memiliki redshift sekitar 7,76, yang berarti cahaya yang diamati JWST telah menempuh perjalanan dari alam semesta yang masih sangat muda. Pengamatan sebelumnya menunjukkan spektrum MoM-BH*-1 dapat dijelaskan dengan model lubang hitam bermassa sekitar jutaan kali Matahari yang dikelilingi selubung gas padat.
Bukan Bintang Raksasa Biasa
Sekilas, MoM-BH*-1 memiliki karakteristik yang menyerupai bintang. Namun, tingkat luminositas dan pola spektrumnya menunjukkan adanya sumber energi yang jauh lebih ekstrem.
Dalam skenario yang diajukan para peneliti, sebuah lubang hitam aktif berada di bagian tengah objek. Materi yang jatuh ke lubang hitam menghasilkan energi dalam jumlah besar, sementara gas padat di sekelilingnya menyerap dan memproses radiasi tersebut.
Akibatnya, cahaya yang keluar dari objek memiliki karakteristik yang dalam beberapa aspek menyerupai cahaya bintang.
Konsep inilah yang kemudian disebut black hole star atau “bintang lubang hitam”. Istilah tersebut bukan berarti lubang hitam berubah menjadi bintang, melainkan menggambarkan lubang hitam yang tertutup selubung gas sehingga menghasilkan tampilan dan spektrum yang menyerupai objek bintang.
Mengapa Warnanya Sangat Merah?
Salah satu petunjuk terpenting berasal dari spektrum MoM-BH*-1. Para astronom menemukan Balmer break yang sangat kuat, disertai garis emisi dan penyerapan yang tidak lazim.
Karakteristik tersebut sulit diterangkan jika objek hanya terdiri dari bintang-bintang. Sebaliknya, model yang melibatkan lubang hitam dengan selubung gas padat dapat menghasilkan pola spektrum yang lebih sesuai dengan pengamatan.
Penelitian lain juga menemukan bahwa MoM-BH*-1 memiliki bentuk spektrum yang sangat mirip dengan objek LRD lain yang dikenal sebagai The Cliff. Keduanya menjadi contoh utama dalam pengembangan model BH*.
PREVIOUS ARTICLE
Kode Redeem FF 17 Agustus 2026: Daftar Kode dan Cara Klaim




















