Friday, August 14, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

‘Bintang Lubang Hitam’ Misterius Ditemukan, Massanya 100 Ribu Kali Matahari

Mistar.idJumat, 14 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB
bintang_lubang_hitam_misterius_ditemukan_massanya_100_ribu_kali_matahari

Ilmuwan menyebut temuan ini dapat menjelaskan asal-usul ‘Little Red Dots’ yang terdeteksi Teleskop James Webb di alam semesta awal. (foto: epa/dailymail)

news_banner

Massachussets, MISTAR.ID - Para astronom menemukan objek misterius di alam semesta awal yang diduga merupakan jenis benda langit baru, perpaduan karakteristik lubang hitam dan bintang raksasa.

Objek bernama MoM–BH*–1 itu ditemukan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) saat para peneliti mencari galaksi-galaksi paling awal. Temuan tersebut terlihat sebagai titik sangat merah dan luar biasa terang.

Ukurannya diperkirakan mencakup wilayah sebesar tata surya. Namun, energi yang dipancarkan jauh melampaui kemampuan sebuah bintang biasa, sehingga para ilmuwan menilai sumber energinya tidak mungkin berasal dari fusi nuklir.

Penulis utama penelitian, Dr Rohan Naidu dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan University of Hawai'i, menyebut objek tersebut sebagai black hole star atau "bintang lubang hitam".

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature, para ilmuwan memperkirakan MoM–BH*–1 memiliki lubang hitam di pusatnya dengan massa sekitar 100.000 kali massa Matahari.

Lubang hitam itu dikelilingi selubung hidrogen sangat padat hingga menyerupai atmosfer sebuah bintang raksasa berukuran sebesar tata surya.

"Lubang hitam yang dengan cepat menyerap materi di pusatnya merupakan sumber energinya," kata Naidu, dikutip Daily Mail.

Energi dari proses tersebut diduga disalurkan melalui radiasi, angin, atau gelombang kejut yang menghantam lapisan gas di sekeliling lubang hitam.

Para peneliti awalnya tidak mencari objek semacam ini. MoM–BH*–1 ditemukan dalam survei Miracle or Mirage ketika tim menyelidiki objek-objek terang dari masa awal alam semesta.

Salah satu keanehannya terlihat pada pola cahaya yang disebut Balmer Break, yakni penurunan cahaya secara tajam pada panjang gelombang tertentu. Balmer Break pada MoM–BH*–1 merupakan yang terdalam yang pernah diamati, sehingga sulit dijelaskan sebagai cahaya dari bintang biasa.

Spektrum cahayanya juga tidak menunjukkan unsur logam yang lazim ditemukan pada bintang, melainkan didominasi hidrogen dan helium.

Misteri 'Little Red Dots'

Para ilmuwan kemudian melakukan berbagai simulasi komputer. Model yang paling sesuai dengan pengamatan adalah lubang hitam aktif bermassa sekitar 100.000 Matahari yang terbungkus gas hidrogen sangat padat.

Model tersebut dapat menjelaskan kecerahan ekstrem, Balmer Break yang kuat, serta komposisi hidrogen dan helium yang terdeteksi.

Temuan ini juga berpotensi menjawab misteri "Little Red Dots", objek-objek kecil berwarna merah yang banyak ditemukan JWST di alam semesta awal.

JWST telah mendeteksi ratusan objek semacam itu, tetapi keberadaannya tampaknya menghilang pada periode alam semesta yang lebih modern.

Naidu dan timnya menduga MoM–BH*–1 mungkin bukan satu-satunya. Bintang lubang hitam bisa saja berada di pusat banyak Little Red Dots yang selama ini membingungkan astronom.

"Bintang lubang hitam mungkin berada di jantung setiap Little Red Dot," ujar Naidu.

Menurutnya, warna merah objek-objek tersebut dapat terjadi karena cahaya biru terserap oleh selubung gas padat di sekitar bintang lubang hitam. Hipotesis ini sekaligus menawarkan penjelasan baru atas sejumlah karakteristik aneh Little Red Dots. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN