Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia, 130 Personel Gabungan Patroli Perairan Batu Bara

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr Parlindungan SH MH menyematkan pita tanda dimulainya operasi gabungan laut. (foto: istimewa/mistar)
Tanjungbalai, MISTAR.ID - Sebanyak 130 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan dalam Operasi Gabungan Laut yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Kamis (1/10/2026).
Operasi ini menyasar pengawasan lalu lintas orang dan barang sekaligus mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di wilayah perairan Batu Bara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr Parlindungan SH MH, mengatakan pentingnya pengawasan terpadu mengingat kondisi geografis kawasan tersebut.
Wilayah perairan Batu Bara memiliki aktivitas lalu lintas laut yang cukup tinggi, termasuk pelabuhan rakyat dan sejumlah muara sungai. Selain itu, garis pantainya tidak seluruhnya berada dalam jangkauan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
Kondisi tersebut membuat sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mengawasi perlintasan orang melalui jalur laut.
Usai apel, operasi dilanjutkan dengan patroli laut menggunakan dua kapal Bea Cukai. Patroli direncanakan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengawasan terhadap orang maupun barang yang melintas di wilayah perairan Batu Bara.
Dalam operasi tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Asahan ambil bagian dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan di wilayah perairan.










































