Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila Lewat Pembelajaran Mendalam

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 15.09 WIB
kemendikdasmen_perkuat_pendidikan_pancasila_lewat_pembelajaran_mendalam

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SMP Negeri 1 Bululawang, Bandung. (foto: SMP Negeri 1 Bululawang)

news_banner

Bandung, MISTAR.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penguatan pendidikan Pancasila tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui budaya sekolah dan pengalaman nyata peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pendidikan Pancasila perlu dipahami secara utuh, mencakup pengetahuan mengenai Pancasila, pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata, serta internalisasi Pancasila sebagai bagian dari kepribadian bangsa.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam Seminar Lokakarya Akademik bertema “Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional” di Bandung, Jawa Barat.

Dalam siaran pers Nomor 842/sipers/A6/IX/2026, Kemendikdasmen menyebut penguatan pendidikan Pancasila dilakukan melalui pembelajaran mendalam (deep learning) dan optimalisasi hidden curriculum.

“Kita ingin perkuat lagi hidden curriculum. Jadi, kami sekarang ada kebijakan deep learning, pembelajaran mendalam yang kita berusaha untuk bagaimana konteks dan implementasi dari mata pelajaran itu menjadi lebih kuat lagi,” kata Abdul Mu’ti, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, 29 September 2026.

Menurut Kemendikdasmen, sekolah diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

Interaksi antara guru dan murid, hubungan antarsiswa, kegiatan ekstrakurikuler serta berbagai aktivitas sekolah dinilai menjadi bagian dari pembentukan budaya yang mencerminkan nilai kebangsaan.

Kemendikdasmen juga mendorong lebih banyak pilihan kegiatan ekstrakurikuler agar siswa memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan di luar mata pelajaran formal.

“Kami punya prinsip bahwa pilihan ekstrakurikuler itu perlu kita perbanyak bagi. Para murid dapat memiliki keterampilan, memiliki kemampuan di luar mata pelajaran yang diajarkan di pelajaran formal,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain itu, penguatan nilai kebangsaan dilakukan melalui upacara bendera dan kegiatan pada hari-hari besar nasional. Peserta didik juga diajak menghayati nilai-nilai melalui Ikrar Pelajar Indonesia yang antara lain mencakup penghormatan kepada orang tua dan guru, kesungguhan belajar, kerukunan dengan teman serta kecintaan terhadap tanah air.

Kemendikdasmen menilai nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap keberagaman, kemampuan hidup bersama dan menjaga persatuan. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN