10 Talenta Muda Indonesia Bawa Pulang 9 Penghargaan dari WorldSkills Shanghai

Mendikdasmen Abul Muti bersama Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tatang Muttaqin pada acara Penyambutan Kedatangan Delegasi WorldSkills Competition Shanghai Tahun 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. (foto: RRI/Tegar)
Jakarta, MISTAR.ID - Sepuluh talenta muda Indonesia membawa pulang sembilan penghargaan dari WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 yang berlangsung pada 22–27 September 2026 di Shanghai, China.
Berdasarkan data resmi WorldSkills International, penghargaan yang diraih Indonesia terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medal for Excellence. Enam penghargaan tersebut melibatkan tujuh talenta karena dua peserta pada bidang Mechatronics berkompetisi sebagai satu tim.
Edsel Parama Mustapa menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih medali perak. Ia menempati posisi kedua pada bidang Software Applications Development.
Dua medali perunggu diraih Rash Asyari Amyris Thalib pada bidang IT Network Systems Administration dan Fatima Rani Al Husna Prameswara pada Restaurant Service.
Dilansir detikEdu, Edsel merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Astra (ASTRAtech). Sebelum melanjutkan pendidikan tinggi, ia merupakan siswa SMKS PGRI 3 Malang, Jawa Timur.
Rash tercatat sebagai mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia. Sementara Fatima merupakan mahasiswa D4 Pengelolaan Perhotelan Institut Pariwisata Trisakti dan sebelumnya menempuh pendidikan di SMKN 57 Jakarta.
Selain tiga peraih medali tersebut, lima talenta Indonesia memperoleh Medal for Excellence. Mereka adalah Novanda Putra Widya Ardhi pada bidang Electronics, Andi Ahmad Yusup pada Web Technologies, Galang Zaki Arkana pada Industrial Control, Togar Andreas Silaban pada Refrigeration and Air Conditioning, serta Eka Anwar Fauzi pada Automobile Technology.
Satu penghargaan Medal for Excellence lainnya diraih Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi pada bidang Mechatronics. Keduanya berkompetisi sebagai satu tim sehingga satu penghargaan tersebut dihitung sebagai satu penghargaan, meski diraih oleh dua talenta.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tatang Muttaqin menyambut baik torehan tersebut. Ia menyebut WSC Shanghai 2026 diikuti sekitar 1.400 kompetitor dari 68 negara dan wilayah dalam 64 bidang keterampilan.
"Indonesia memboyong delegasi terbesar sepanjang sejarah, 20 kompetitor alumni dan siswa SMK. Kemudian sebagian siswa melanjutkan di politeknik, pada 17 bidang didampingi 17 ahli dan technical delegate," kata Tatang dalam acara Penyambutan Kedatangan Delegasi WorldSkills Competition Shanghai Tahun 2026 di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (29/9/2026), dikutip dari RRI.co.id.
Antara sebelumnya melaporkan, para kompetitor telah menjalani pembinaan dan pelatihan intensif sebelum bertanding di tingkat dunia. Kontingen Indonesia mengikuti kompetisi dalam berbagai bidang, di antaranya Mechatronics, Software Applications Development, Electronics, Web Technologies, Industrial Control, Automobile Technology, Restaurant Service, dan IT Network Systems Administration.
Berdasarkan laman resmi WorldSkills International, WSC Shanghai 2026 diikuti sekitar 1.400 kompetitor dari 68 negara dan wilayah yang berkompetisi dalam 64 bidang keterampilan. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Siswa MAN 1 Medan Borong Lima Medali di Ajang WICE 2026 Malaysia








































