Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Wakili Indonesia, Mahasiswi UI Raih Juara 1 Simposium Pemuda ASEAN 2026

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 21.48 WIB
wakili_indonesia_mahasiswi_ui_raih_juara_1_simposium_pemuda_asean_2026

Mahasiswi UI, Aisha Putri Safrianty di ajang ASYL 2026. (Foto: Universitas Indonesia/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Mahasiswi Universitas Indonesia (UI), Aisha Putri Safrianty, berhasil membawa nama Indonesia dalam ajang ASEAN Symposium for Youth Leaders (ASYL) 2026. Bersama tim 5EAblings, Aisha meraih juara pertama dalam simposium pemuda tingkat ASEAN tersebut.

Aisha merupakan mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP UI. Ia tergabung dalam tim yang beranggotakan pemuda dari lima negara ASEAN, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

ASYL 2026 berlangsung di Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore (NUS), Singapura, pada 10-12 September 2026.

Ajang tersebut mempertemukan anak muda dari berbagai negara ASEAN untuk bertukar gagasan dan merancang solusi terhadap sejumlah persoalan strategis di kawasan. Topik yang dibahas mencakup isu lingkungan, ekonomi, hingga sosial.

Dalam kompetisi itu, tim 5EAblings mengangkat persoalan banjir di Filipina sebagai fokus proyek. Mereka memanfaatkan pengalaman dan perspektif masing-masing anggota untuk memahami persoalan banjir serta pengelolaan wilayah perairan di negara asalnya.

Dari pembahasan tersebut, tim kemudian menyusun rancangan solusi jangka panjang dengan melibatkan masyarakat yang paling terdampak bencana.

Aisha mengatakan gagasan timnya berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana masyarakat terdampak banjir dapat dilibatkan sebagai bagian dari solusi, bukan hanya ditempatkan sebagai penerima dampak.

"Dalam hal ini, kami mengambil fokus komunitas nelayan di Hagonoy, Filipina," ujarnya dikutip dari laman UI, Jumat (25/9/2026).

Tim 5EAblings kemudian menyusun visi jangka panjang untuk mengubah persoalan banjir menjadi bagian dari upaya Filipina membangun Blue Economy Capital 2050.

Dalam konsep tersebut, Filipina diproyeksikan menjadi pusat ekonomi biru yang mandiri. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah pengelolaan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.

Pengembangan gagasan dilakukan melalui sejumlah tahapan futures thinking. Prosesnya mencakup penentuan fokus masalah, horizon scanning, identifikasi driving forces, visioning and prototyping, hingga backcasting.

Bagi Aisha, kolaborasi bersama pemuda dari berbagai negara memberikan pengalaman tersendiri. Perbedaan latar belakang membuatnya belajar memahami perspektif anggota tim sebelum menyusun solusi bersama.

"Bekerja dalam tim dengan latar belakang negara yang berbeda mengajarkan saya bahwa solusi kawasan lahir dari kesediaan untuk saling mendengar," paparnya.

Setelah melalui proses pengembangan dan mempresentasikan solusi yang dirancang, tim 5EAblings dinyatakan sebagai juara pertama ASYL 2026.

Selain kompetisi, rangkaian ASYL 2026 juga diisi dengan sesi pleno, dialog, serta lokakarya keterampilan yang dipandu tim LKYSPP bersama para praktisi senior.

UI turut memberikan apresiasi atas prestasi Aisha, yang juga merupakan Duta Baca DKI Jakarta 2026. Menurut UI, pencapaian tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa/i dalam menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas negara.

"Sekali lagi, UI membuktikan eksistensinya sebagai kampus terbaik di tanah air yang senantiasa mendorong talenta-talenta mudanya meraih prestasi di kancah global," tulis UI.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN