Friday, October 2, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Siswa SD di Pemalang Meninggal, Diduga Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 23.57 WIB
siswa_sd_di_pemalang_meninggal_diduga_jadi_korban_perundungan_kakak_kelas

Prosesi pemakaman jenazah A di rumah duka. (foto: Robby Bernardi/detikJateng)

news_banner

Pemalang, MISTAR.ID - Siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, berinisial A (7), meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit. A diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

Jenazah A kemudian diautopsi oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah di RSUD M Azhari Pemalang, Kamis (1/10/2026).

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M Wildan Umar mengatakan, polisi menerima laporan dari masyarakat terkait meninggalnya seorang anak yang diduga mengalami tindakan kekerasan.

"Ya, kami Satreskrim bersama Polsek Pemalang Kota menerima laporan dari masyarakat atau adanya informasi bahwa ada seorang anak meninggal dunia yang diduga akibat adanya tindakan kekerasan," kata Wildan, dikutip Detikcom, Kamis (1/10/2026).

Menurut Wildan penyelidikan telah dilakukan sejak Rabu (30/9) malam. Polisi meminta keterangan awal dari sejumlah saksi, termasuk orang tua sang anak. Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya siswa tersebut.

"Dan hari ini, kami sedang melaksanakan autopsi kepada korban untuk mengetahui penyebab kematian dari korban," ujarnya.

Dalam prosesnya, polisi melibatkan tim forensik Biddokkes Polda Jawa Tengah melalui metode scientific crime investigation.

"Terkait jenazah nanti kami akan jelaskan, kami akan dalami dengan pihak tim forensik Biddokkes Polda Jateng. Karena saat ini terkait dengan pelaksanaan autopsi kami dibantu oleh Biddokkes Polda Jateng secara scientific crime investigation," kata Wildan.

Sempat Dirawat 9 Hari

Sementara itu, ibu sang bocah, Diah Indriyanti (36), mengaku terpukul atas meninggalnya anak ketiganya tersebut.

Diah mengatakan, sebelum meninggal, anaknya mengalami perubahan perilaku. Siswa tersebut menjadi lebih pendiam dan tidak berani menceritakan penganiayaan yang diduga dialaminya.

Menurut Diah, anaknya itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sembilan hari. Setelah pulang, A berada di rumah selama tiga hari sebelum keluarga berencana membawanya kembali ke rumah sakit.

"Hari Kamis tanggal 17 kemarin, selama 9 hari dirawat di rumah sakit. Pulang dari rumah sakit 3 hari, kemudian kemarin berniat dibawa ke rumah sakit kembali, tapi seperti itu (meninggal dunia)," ujar Diah.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang dialami A, termasuk dugaan kekerasan yang disebut terjadi sebelum dirinya meninggal dunia. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN