Tuesday, November 3, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

HP Android Tak Lagi Dapat Update, Masih Amankah untuk Mobile Banking? Ini Risikonya

Mistar.idSelasa, 3 November 2026 pukul 17.28 WIB
hp_android_tak_lagi_dapat_update_masih_amankah_untuk_mobile_banking_ini_risikonya

HP Android Tak Lagi Dapat Update, Masih Amankah untuk Mobile Banking? Ini Risikonya. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

Pematangsiantar, MISTAR.ID (3/11/2026) — HP Android yang tidak lagi mendapatkan pembaruan keamanan bukan sekadar berisiko kehilangan fitur terbaru. Smartphone tanpa dukungan security patch juga lebih rentan terhadap celah keamanan yang dapat mengancam data pribadi hingga aktivitas perbankan digital.

Kondisi ini patut diperhatikan karena smartphone kini menjadi perangkat utama untuk mengakses mobile banking, email, dompet digital, hingga berbagai layanan yang menyimpan informasi sensitif.

Meski begitu, HP Android yang berhenti mendapat update tidak otomatis menjadi sasaran peretasan. Namun, semakin lama perangkat tidak memperoleh perbaikan keamanan, semakin besar potensi risiko yang harus dihadapi pengguna.

Update Android dan Security Patch, Apa Bedanya?

Banyak pengguna menganggap pembaruan Android hanya berkaitan dengan pergantian versi sistem operasi. Padahal, update sistem dan security patch memiliki fungsi berbeda.

Pembaruan sistem operasi atau Android OS biasanya membawa fitur baru, perubahan tampilan, peningkatan performa, serta kompatibilitas aplikasi. Sementara itu, security patch berfungsi memperbaiki celah keamanan yang ditemukan pada sistem dan komponen perangkat.

Artinya, HP tidak harus selalu menggunakan Android versi terbaru untuk tetap memperoleh perlindungan keamanan. Smartphone dengan versi Android lama masih bisa relatif terlindungi selama produsen memberikan pembaruan keamanan secara berkala.

Sebaliknya, HP dengan versi Android yang lebih baru belum tentu aman jika sudah lama tidak mendapatkan security patch.

Google sendiri secara rutin menerbitkan Android Security Bulletin yang memuat informasi kerentanan dan perbaikan keamanan pada perangkat Android.

Risiko HP Android Tanpa Update Keamanan

Ketika produsen menghentikan dukungan keamanan, perangkat berpotensi tetap memiliki celah yang belum diperbaiki. Kerentanan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan siber melalui malware, aplikasi berbahaya, maupun metode serangan lainnya.

Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan performa smartphone, tetapi juga potensi pencurian data, penyalahgunaan akses aplikasi, hingga pengambilalihan akun.

Risiko ini semakin penting diperhatikan jika HP digunakan untuk mobile banking. Sebab, satu perangkat biasanya menyimpan akses ke berbagai layanan digital, termasuk email, nomor telepon, dan aplikasi keuangan.

Jika smartphone berhasil dikompromikan, informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung penipuan atau pencurian identitas.

Meski demikian, berhentinya update tidak otomatis membuat rekening bank bisa dibobol. Risiko tetap bergantung pada jenis kerentanan, kondisi perangkat, aplikasi yang digunakan, dan kebiasaan pengguna.

Masih Bisa Mobile Banking, tetapi Belum Tentu Aman

HP Android yang tidak lagi mendapat pembaruan sistem belum tentu langsung kehilangan akses ke mobile banking. Aplikasi perbankan memiliki persyaratan minimum sistem operasi yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, BCA menetapkan Android 8 sebagai minimum sistem operasi untuk sejumlah layanan e-banking pada Februari 2026. Sementara itu, Bank Mandiri juga melakukan pembatasan dukungan Android untuk Livin' Merchant pada 2026 dengan persyaratan Android 10 atau lebih baru.

Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa kompatibilitas aplikasi perbankan bergantung pada ketentuan masing-masing penyedia layanan.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami: aplikasi mobile banking yang masih bisa dipasang dan dijalankan bukan jaminan smartphone memiliki perlindungan keamanan optimal.

Persyaratan minimum Android hanya menunjukkan batas kompatibilitas aplikasi, bukan memastikan seluruh celah keamanan perangkat telah diperbaiki.

Karena itu, pengguna perlu memeriksa dua hal sekaligus, yakni kompatibilitas aplikasi bank dan status pembaruan keamanan smartphone.

Kapan Harus Mengganti HP Android?

Keputusan mengganti smartphone sebaiknya tidak hanya berdasarkan usia perangkat atau performanya yang mulai melambat.

Salah satu indikator terpenting adalah ketika produsen telah mengakhiri masa dukungan keamanan dan tidak lagi menyediakan security patch.

Pengguna juga perlu mempertimbangkan penggantian jika aplikasi penting, termasuk mobile banking, mulai menghentikan dukungan terhadap versi Android yang digunakan.

Jika perangkat sudah tidak memperoleh perlindungan keamanan, mengalami masalah kompatibilitas, dan digunakan untuk transaksi keuangan sehari-hari, menggantinya menjadi pilihan yang lebih bijak.

Konsumen tidak harus membeli HP flagship. Smartphone kelas menengah atau entry-level dengan jaminan pembaruan sistem dan keamanan lebih panjang dapat menjadi alternatif.

Sebelum membeli, periksa kebijakan dukungan software dari produsen, termasuk berapa tahun pembaruan Android dan security patch diberikan.

Cara Mengurangi Risiko Jika Masih Menggunakan HP Lama

Bagi pengguna yang belum bisa mengganti smartphone, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko keamanan.

Pertama, rutin memperbarui aplikasi melalui toko resmi dan mengaktifkan Google Play Protect. Hindari memasang APK dari sumber tidak dikenal serta jangan sembarangan membuka tautan mencurigakan.

Kedua, gunakan kunci layar yang kuat dan aktifkan autentikasi tambahan jika tersedia. Jangan pernah membagikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun.

Ketiga, hindari menggunakan perangkat yang telah di-root atau dimodifikasi secara tidak resmi untuk transaksi keuangan.

Jika smartphone menunjukkan tanda-tanda kompromi, hentikan sementara transaksi perbankan melalui perangkat tersebut dan hubungi bank melalui kanal resmi.

Pada akhirnya, HP Android yang tidak lagi mendapat update memang masih bisa digunakan. Namun, ketika smartphone menjadi pusat aktivitas keuangan dan penyimpanan data pribadi, dukungan keamanan tidak boleh dianggap sepele.

Pengguna sebaiknya tidak menunggu HP rusak atau aplikasi bank berhenti berfungsi untuk mempertimbangkan penggantian perangkat. Sebab, keamanan smartphone juga menjadi bagian penting dari perlindungan rekening dan identitas digital.

(android/bca/bankmandiri/pixelgooglehelp/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN