Carrick Ngeles Usai Kekalahan MU, Bruno Fernandes Malah Buka Borok Lama

Michael Carrick saat menyaksikan timnya kalah dari Hull City di Premier League, Sabtu (22/8/2026). (foto: Sky Sports)
Hull, MISTAR.ID - Michael Carrick sedikit 'ngeles' dengan menyoroti sisi positif usai Manchester United dipermalukan tim promosi Hull City 0-2 pada laga pembuka Liga Inggris 2026-2027 di MKM Stadium, Sabtu (22/6/2026) malam WIB.
Di tengah kritik pedas terhadap buruknya permainan United, Carrick menilai timnya masih melakukan sejumlah hal baik. Ia juga menegaskan satu kekalahan tidak berarti seluruh permainan Setan Merah harus langsung dibedah.
“Kami melakukan beberapa hal bagus hari ini dan itu mungkin akan terlupakan. Kami harus menemukan jawabannya, tetapi hanya karena kami kalah satu pertandingan bukan berarti semuanya harus dibedah,” kata Carrick, seperti dilansir Sky Sports, Minggu (23/8/2026).
Namun, statistik pertandingan menunjukkan United kesulitan mengimbangi permainan fisik Hull. Setan Merah kalah dalam 63 persen duel dan sekitar dua pertiga duel udara pada babak pertama.
Hull memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencetak dua gol melalui Semi Ajayi pada menit ke-17 dan Nobel Mendy menit ke-38. Kedua gol berawal dari situasi bola mati.
The Tigers tampil lebih agresif meski menghadapi pertandingan dalam kondisi pincang karena kehilangan hingga delapan pemain tim utama.
Carrick mengakui United masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, tetapi menilai laga tandang menghadapi tim promosi memang selalu menghadirkan kesulitan.
“Beberapa hal sudah cukup baik, tetapi ada bagian yang perlu diperbaiki. Semuanya memang tidak akan langsung sempurna. Ketika tertinggal dan membuat pekerjaan sendiri semakin berat, pertandingan menjadi lebih sulit,” ujarnya kepada TNT Sport.
“Ini pertandingan tipikal ketika menghadapi tim promosi di kandang mereka. Anda tidak boleh memberi mereka terlalu banyak karena mereka punya sesuatu untuk dipertahankan.”
Carrick menilai United sebenarnya mendapatkan sejumlah momentum dan peluang setelah tertinggal. Namun, timnya tidak memiliki sentuhan akhir untuk mengubah jalannya pertandingan.
“Kami memiliki beberapa momen dan peluang, tetapi tidak punya percikan untuk menuntaskan peluang atau menciptakan lebih banyak kesempatan. Kami sangat kecewa dengan hasilnya, tetapi kami tidak akan membiarkan kekalahan ini menjatuhkan kami,” katanya.
Berbeda dengan Carrick, kapten Manchester United Bruno Fernandes mengambil nada lebih kritis. Ia bahkan menilai masalah yang menghukum United di markas Hull merupakan persoalan lama yang juga terjadi musim lalu.
“Kesalahannya sama seperti musim lalu. Dalam setiap pertandingan tandang, kami terlalu banyak memberikan bola kepada lawan,” kata Fernandes kepada TNT Sport.
Fernandes menyoroti kurangnya tekanan dan agresivitas United sejak awal pertandingan.
“Dalam 20 menit pertama, penjaga gawang mereka menjadi pemain dengan sentuhan bola paling banyak. Kami harus lebih menekan, lebih agresif, kemudian sekali lagi kami harus memperbaiki situasi bola mati dan tidak kebobolan dengan cara seperti ini,” ujarnya.
Menurut Fernandes, United sebenarnya sudah mengetahui sebelum pertandingan bahwa bola mati menjadi salah satu senjata utama Hull.
“Melawan tim-tim seperti ini, mereka menunggu momen tersebut. Sebelum pertandingan kami sudah tahu bahwa bola mati akan menjadi bagian besar dari permainan mereka,” katanya.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi United di awal musim penuh pertama Carrick sebagai pelatih. Terlebih, optimisme sempat meningkat setelah performa tim membaik sejak Carrick kembali ke Old Trafford pada Januari dan kedatangan sejumlah pemain baru.
Sebaliknya, Hull mengawali kembalinya mereka ke Liga Inggris dengan hasil bersejarah. The Tigers akhirnya kembali menaklukkan Manchester United di liga untuk pertama kalinya sejak 1974. (*)























