Sunday, August 16, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Update! Kemenkes Catat 46 Korban Meninggal Akibat Gempa NTT

Mistar.idMinggu, 16 Agustus 2026 pukul 13.20 WIB
update_kemenkes_catat_46_korban_meninggal_akibat_gempa_ntt

Reruntuhan bangunan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Afu.id)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat 46 orang meninggal dunia hingga Sabtu (15/8/2026) akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain korban meninggal, sebanyak 36 orang mengalami luka berat dan 77 lainnya menderita luka ringan.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 21 orang. Berikut rincian korban berdasarkan wilayah:

  1. Kabupaten Sikka: 3 orang
  2. Kabupaten Ende: 1 orang
  3. Kabupaten Manggarai Timur: 17 orang
  4. Kabupaten Nagekeo: 1 orang
  5. Kabupaten Manggarai Barat: 2 orang
  6. Kabupaten Manggarai: 21 orang
  7. Kabupaten Ngada: 1 orang

Kemenkes memperkirakan sekitar 2.196.745 jiwa terdampak bencana tersebut. Wilayah yang masuk dalam pendataan meliputi Kabupaten Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Dampak gempa juga dirasakan sektor kesehatan. Sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan mengalami kerusakan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, berdasarkan pendataan awal, sedikitnya enam puskesmas mengalami kerusakan berat. Sementara itu, puluhan puskesmas lainnya mengalami kerusakan sedang dan ratusan fasilitas kesehatan tercatat mengalami kerusakan ringan.

"Catatan saya, sekilas kemarin malam, yang sudah teridentifikasi ada 6 Puskesmas rusak berat, puluhan rusak sedang, yang rusak ringannya juga ratusan," kata Budi saat ditemui di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta Selatan, Minggu (16/8/2026), dilansir dari detikHealth.

Kerusakan fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan korban dan pemulihan wilayah yang terdampak gempa.

"Rumah sakitnya yang saya tahu, ada 2 yang rusak parah, yang paling parah di RSUD Nagekeo. Ada beberapa yang rusak sedang, dan ada juga yang rusak ringan," ujarnya.

Saat ini pemerintah fokus memulihkan wilayah terdampak gempa. Selain itu, sudah dibentuk Health Emergency Operation Center yang salah satu tugasnya melakukan identifikasi dampak gempa terhadap fasilitas kesehatan dan kebutuhan tenaga kesehatan.

"Tenaga kesehatan yang ada terdata cukup, cuma kita takutnya ada tenaga kesehatan di Provinsi NTT yang terkena dampak, sehingga kita juga sudah mengirim beberapa tim emergency medical team," katanya. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN