Penjelasan BMKG Terkait Gempa Kuat Guncang NTT hingga Sumut dalam Sehari

Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Shutterstock/Andrey Vp)
Jakarta, MISTAR.ID - Tiga gempa kuat mengguncang sejumlah wilayah Indonesia, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), dan Parigi Moutong pada Sabtu (15/8/2026). Rangkaian gempa tersebut menimbulkan perhatian karena terjadi dalam waktu yang berdekatan.
"Ketiga gempa tersebut tidak memiliki korelasi langsung. Gempa M7,7 di NTT, M6,4 di Simalungun, dan M5,9 di Parigi Moutong terjadi pada sistem sumber serta tatanan tektonik yang berbeda," ujar Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto kepada wartawan, Minggu (16/8/2026)
Dia juga menjelaskan bahwa ketiga memiliki sumber dan karakteristik gempa yang berbeda. Berikut ini rinciannya:
- NTT M 7,7: Gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Back Arc Thrust Flores. Mekanisme naik/thrust.
- Simalungun M 6,4: Gempa kedalaman menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Bukan dari sesar darat, melainkan dari bidang penunjaman.
- Parigi Moutong M 5,9: Gempa dangkal-menengah 60 km akibat deformasi kompresi intraplate di Teluk Tomini dengan mekanisme oblique thrust.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan gempa NTT memiliki aftershock yang sangat banyak. Sedangkan gempa Simalungun belum ada aftershock yang terekam hingga saat ini. Kemudian gempa Parigi Moutong belum ada aftershock juga.
"Perbedaan jumlah aftershock ini juga menguatkan bahwa tiap gempa melepas energi sesuai karakteristik patahannya masing-masing," ujarnya.
Menurutnya, fenomena tiga gempa dalam sehari itu merupakan seismic clustering atau klasterisasi seismik. Sebab, Indonesia memang memiliki banyak zona aktif.
"Kejadian berdekatan ini merupakan "seismic clustering". Indonesia punya banyak zona aktif, sehingga wajar beberapa segmen melepas stress dalam waktu dekat, namun independen," tuturnya. (hm25/detikcom)



















