Saturday, August 22, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Relawan Gempa NNT Meninggal saat Salurkan Bantuan di Manggarai Timur

Mistar.idSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 11.10 WIB
relawan_gempa_nnt_meninggal_saat_salurkan_bantuan_di_manggarai_timur

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Ahmad Zaki Ali, 38 tahun, relawan gempa NTT yang gugur saat menjalankan misi penanganan bencana. (Foto: Basarnas Manggarai Timur)

news_banner

Manggarai Timur, MISTAR.ID - Relawan asal Jakarta, Ahmad Zaki Ali (41), meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Zaki Ali yang merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng meninggal dunia pada Jumat (21/8/2026). Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, membenarkan kabar tersebut.

“Iya (meninggal dunia), (karena) serangan jantung,” kata Bagus seperti dikutip dari detikBali, Jumat malam.

Sementara itu, Basarnas menyebut Zaki meninggal saat mendistribusikan bantuan dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut. Tim SAR gabungan kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah dari lokasi yang sulit dijangkau.

Kantor SAR Maumere bersama unsur SAR mengerahkan helikopter Dauphin Basarnas untuk proses evakuasi.

Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengatakan evakuasi dilakukan secepatnya agar jenazah dapat segera dipulangkan kepada keluarga.

“Pukul 07.04 WITA, Helikopter Dauphin Basarnas mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali,” ujar Edy dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

Setelah dievakuasi, jenazah Zaki diterbangkan menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk pemulasaraan sebelum dipulangkan ke rumah duka di Jakarta.

Kantor SAR Maumere dan seluruh unsur SAR menyampaikan duka cita atas meninggalnya Zaki Ali. Basarnas menilai Zaki merupakan relawan yang mendedikasikan waktu, tenaga dan kepeduliannya untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, terus bertambah.

Basarnas mencatat hingga Jumat (21/8/2026), sebanyak 83 orang meninggal dunia, 328 orang mengalami luka berat dan 639 orang mengalami luka ringan.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terdampak terbanyak. Sebanyak 670 orang terdampak gempa di wilayah tersebut, dengan 70 orang di antaranya meninggal dunia. (hm25/detikcom/CNN Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN