Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

DPRD Desak Gubernur Bobby Tegur Bupati Masinton Buntut Pemecatan Lurah dan Kades di Tapteng

Mistar.idJumat, 2 Januari 2026 pukul 18.27 WIB
dprd_desak_gubernur_bobby_tegur_bupati_masinton_buntut_pemecatan_lurah_dan_kades_di_tapteng

Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara (Sumut), Rahmansyah Sibarani mendesak Gubernur Sumut, Bobby Nasution untuk memberikan teguran kepada Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu.

Hal itu disampaikan Politisi NasDem tersebut akibat sikap ketidakdewasaan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu yang diduga melakukan pencopotan terhadap sejumlah Lurah dan kepala desa yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bakhtiar Ahmad Sibarani atas bantuan dalam penanganan bencana.

Ia menekankan pentingnya peran Gubernur Bobby Nasution dalam memberikan peringatan kepada seluruh kepala daerah, khususnya yang terdampak bencana agar tidak melakukan praktik politik dalam situasi bantuan kemanusiaan.

"Padahal, Presiden Prabowo sudah mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama bertanggungjawab dan meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Bahkan Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," katanya pada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Meski demikian, ia mengaku terkejut atas informasi terkait dugaan adanya lurah dan kepala desa di Tapteng yang dicopot dari jabatannya, hanya karena menyampaikan ucapan terima kasih kepada mantan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani, yang sebelumnya membantu warga dalam penanganan bencana.

"Seharusnya, Bupati Tapteng, bapak Masinton berterima kasih ketika ada tokoh yang ikut membantu warganya dalam penanganan bencana di Tapteng,” ujar Ketua DPD Partai NasDem Tapteng.

Ia menegaskan pihaknya akan menelusuri kemungkinan adanya tekanan, baik berupa pesan whatsapp, surat, maupun rekaman, yang diduga menjadi dasar pencopotan lurah dan kepala desa, akibat menyampaikan ucapan terimakasih tersebut.

“Tentu kami selaku anggota DPRD Sumut meminta gubernur dan inspektorat Sumut untuk dapat proaktif menindaklanjuti fenomena ini. Kami akan menyurati Mendagri hingga DPR RI maupun ke Presiden, Bapak Prabowo terkait hal ini,” tuturnya.

Ia menegaskan sudah seharusnya penanganan bencana di Tapteng tersebut menjadi tanggung jawab bersama dengan melakukan pemulihan secara gotong royong. Ia menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di atas kepentingan politik yang dilakukan kepala daerah.

“Jangan ada lagi kepentingan politik yang dilakukan kepala daerah. Saya ingatkan kepada Bapak Masinton bahwa kami ketua partai di Tapteng yang memiliki kursi mayoritas di DPRD, agar jangan lagi berpolitik. Jika informasi pencopotan ini benar, maka kami sangat menyesalkan hal itu,” ucapnya.

Sebagai putra daerah dan wakil rakyat dari Dapil Sumut IX yang menaungi Kabupaten Tapteng, ia meminta Gubernur Sumut memberikan peringatan kepada Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, agar tidak lagi membawa nuansa politik pasca Pilkada dalam penanganan bencana.

la turut menyayangkan sikap Pemkab Tapteng dan Camat Kecamatan Barus yang hingga kini dinilai belum maksimal turun langsung menemui warga terdampak. Pasalnya, di Kelurahan Pasar Batu Gerigis dan Desa Pasar Terandam yang rumahnya hancur hingga saat ini belum mendapat sentuhan Pemkab Tapteng.

"Memang musibah yang dialami warga saat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk menanganinya. Tetapi minimal sekali saja datanglah dia (Masinton), maupun camatnya mengunjungi masyarakat tersebut dengan memberikan semangat,” ucapnya.

Ia turut menyoroti kunjungan Bupati Tapteng yang dinilainya masih kurang efektif, seperti turun ke lapangan pada waktu larut malam. Ia menilai langkah tersebut kurang maksimal, sehingga kondisi ataupun keadaan masyarakat tidak tergambar secara utuh.

"Perlu kita ingatkan kepada Bupati Tapteng, kalau berkunjung ke kecamatan yang terdampak janganlah pula tengah malam. Seperti di Ujung Batu, bagaimana kita tahu kondisi tersebut jika datang malam hari. Jangan dulu ribut baru datang yang pada akhirnya larut malam,” ujarnya.

Dikatakannya, banyak warga dari berbagai desa maupun kelurahan yang mengalami musibah bencana meminta dirinya turun untuk memberikan bantuan lebih, namun ia hanya dapat memberikan bantuan secukupnya dan semaksimal mungkin.

“Kita sangat berkeinginan datang ke sana, tapi hanya sebatas kemampuan kita. Namun yang kita jaga hal seperti ini akan terjadi, kita khawatir lurah maupun Kades akan berdampak dicopot kalau kita akan berkunjung ke daerah tersebut,” katanya.

Sehingga, sambung Rahmansyah, ia menekankan pentingnya kehadiran Gubernur Sumut dalam menyikapi persoalan yang terjadi di Tapteng. “Makanya sebagai anggota DPRD Sumut, kita kembali meminta Gubsu untuk betul-betul memperhatikan persoalan yang terjadi di Tapteng,” ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN