Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Masinton Akhiri Masa Tanggap Darurat di Tapteng

Mistar.idRabu, 31 Desember 2025 pukul 21.44 WIB
bupati_masinton_akhiri_masa_tanggap_darurat_di_tapteng

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu saat diwawancarai. (foto: Feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu memutuskan mengakhiri masa tanggap darurat bencana setelah berlangsung selama 35 hari pascabencana banjir bandang dan tanah longsor 25 November 2025.

Selanjutnya, Bupati Masinton mengumumkan melanjutkan masa transisi darurat ke pemulihan. Langkah itu diambil setelah pihaknya menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda dan BNPB, Basarnas, Pertamina, PLN, Bulog.

"Kami telah melakukan kajian terhadap pelaksanaan pada masa tanggap darurat sejak tanggal 25 November hingga tanggal 30 Desember 2025. Nah, pada masa tanggap darurat ini, kami melakukan evaluasi dan tentu kami membuat kajian untuk mengkaji masa penanganan tanggap darurat tersebut," ujar Masinton, Rabu (31/12/2025).

Bupati menjelaskan saat menetapkan status hasil kesimpulan rakor dengan menetapkan status transisi darurat ke pemulihan dari masa tanggap darurat tadi.

"Artinya tetap dengan kesiapsiagaan, tetap dengan penanganan kedaruratan, namun derajat kedaruratannya yang kita geser ke tahap pemulihan tadi," katanya.

Menurutnya, langkah ini penting agar semua pihak bisa melakukan langkah-langkah upaya perbaikan, baik di masyarakat, tempat tinggal, dan lain sebagainya.

"Itu tugas kami kedepan adalah sebagai pemerintah untuk mempercepat pembangunan hunian-hunian sementara agar warga-warga kita yang berada di tenda-tenda darurat itu nanti bisa kita tempatkan di hunian-hunian sementara," ucapnya.

Selain itu, lanjut Masinton, begitu pun dengan hunian tetap, Pemkab Tapteng sedang mempersiapkan lahan-lahan yang nantinya masyarakat bisa menempati hunian tetap tersebut.

"Hunian tetap ini ada di kawasan Asrama Haji Pinangsori, itu ada 118 unit dan bangunan lainnya ada lahan pemerintah," ujarnya.

Masinton menuturkan, begitu pun kalau ada masyarakat yang ingin melakukan atau meminta hunian tetap secara mandiri, itu juga nanti bisa dibangunkan bagi warga yang rumahnya hilang dan rusak berat.

Selain bantuan rumah, lanjut Masinton, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan umum, seperti bantuan hidup dari berbagai instansi, baik BNPB, dari Kementerian Sosial.

"Nanti ini akan diproses verifikasi data dulu. Selesai itu segera kita ajukan agar masyarakat yang terdampak korban bencana ini memperoleh hak-haknya," ucapnya.

Masinton menambahkan hasil pendataan ini nantinya akan menjadi penting bagi pihaknya untuk disampaikan nanti ke BNPB dan juga instansi pemerintah seperti Kementerian Sosial dan juga nanti hak-hak lainnya terkait dengan pemberdayaan, usaha dan lain sebagainya.

Sebelumnya, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu pernah mengumumkan lagi memperpanjang masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Tapteng untuk ketiga kalinya. Masa ini hingga tujuh hari kedepan, yakni sejak tanggal 24-30 Desember 2025.

Keputusan perpanjangan ini karena masih ada desa yang masih terisolir dan 35 warga yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor hingga saat ini masih dalam proses pencarian.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN