Saturday, September 12, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Berapa Takaran Ideal Kopi untuk Menurunkan Stres?

Mistar.idMinggu, 13 September 2026 pukul 07.00 WIB
berapa_takaran_ideal_kopi_untuk_menurunkan_stres_

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Kopi selama ini dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, konsumsi kopi dalam jumlah tertentu juga disebut memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan mental.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa konsumsi kopi sekitar 2-3 cangkir per hari dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami gangguan mood, termasuk depresi dan kecemasan.

Kopi sendiri banyak dikonsumsi pada pagi hari karena kandungan kafeinnya dapat membantu tubuh tetap terjaga dan mendukung fokus saat menjalani aktivitas.

Dalam penelitian tersebut, konsumsi kopi kurang dari 2-3 cangkir sehari tidak menunjukkan kaitan yang sama dengan manfaat terhadap kesehatan mental. Sebaliknya, konsumsi lebih dari tiga cangkir per hari dikaitkan dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi serta kualitas tidur yang memburuk.

“Studi ini mendukung gagasan bahwa asupan moderat adalah takaran yang paling ideal, yang sejalan dengan rekomendasi umum saat ini mengenai asupan kafein,” kata ahli gizi Morgan L. Walker, dikutip dari Verywell Health.

Bagaimana dengan Kopi Tanpa Kafein?

Temuan yang menarik juga terlihat pada konsumsi kopi tanpa kafein atau decaf. Hasil penelitian menunjukkan pola yang serupa, sehingga manfaat yang ditemukan kemungkinan tidak semata-mata berasal dari kandungan kafein.

Senyawa lain dalam kopi, termasuk antioksidan dan berbagai senyawa bioaktif, diduga dapat berperan terhadap efek tersebut.

Meski demikian, hasil penelitian tetap perlu dilihat dengan hati-hati. Salah satu keterbatasannya adalah jumlah kopi yang dikonsumsi peserta didasarkan pada laporan mereka sendiri. Dengan demikian, ada kemungkinan jumlah yang dilaporkan tidak sepenuhnya sesuai dengan konsumsi sebenarnya.

Penelitian tersebut juga tidak menjelaskan secara terperinci jenis kopi yang diminum maupun cara penyajiannya. Penggunaan bahan tambahan seperti susu, krim, gula, dan perasa juga tidak dijabarkan secara spesifik.

Faktor waktu konsumsi kopi turut menjadi hal yang perlu diperhatikan. Kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat, sehingga pada sebagian orang justru berpotensi berdampak terhadap kondisi mental.

Walker mengatakan respons terhadap kafein berbeda pada setiap orang. Toleransi seseorang terhadap kopi tidak selalu sama sehingga jumlah yang dapat ditoleransi juga bersifat individual.

“Ada orang yang merasa sangat bugar setelah minum dua cangkir, sementara yang lain mungkin merasakan efek samping dengan jumlah yang sama atau bahkan lebih sedikit,” ujarnya.

Karena itu, meski konsumsi kopi dalam jumlah moderat dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental yang lebih baik dalam penelitian tersebut, bukan berarti semakin banyak kopi yang diminum akan memberikan manfaat lebih besar. Memperhatikan respons tubuh dan menjaga kualitas tidur tetap penting dalam menentukan jumlah konsumsi kopi sehari-hari.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN