IDAI Sumut Minta Seluruh Korban Keracunan MBG Karo Tetap Dipantau

Ketua IDAI Cabang Sumut, dr Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp. Kardio(K). (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah memastikan kesehatan seluruh siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo terus dipantau meski telah mendapat penanganan medis.
Ketua IDAI Cabang Sumut, dr Rizky Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, Subsp. Kardio(K), mengatakan pemantauan terhadap seluruh anak korban perlu dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, perhatian terhadap kondisi anak tidak boleh berhenti setelah gejala ditangani.
“Semua kesehatan siswa yang menjadi korban keracunan harus dipantau secara menyeluruh. Setelah dilakukan perawatan, kondisi anak-anak juga tetap harus diperhatikan,” ujarnya kepada Mistar, Sabtu (12/9/2026).
Dokter di RSU Haji Medan itu menilai keluarga atau orang tua juga perlu mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami mengenai kondisi anak mereka, termasuk saat menjalani perawatan.
Hal penting lainnya, masalah keracunan harus menjadi evaluasi serius bagi semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten.
Anak-anak di Karo, seperti anak-anak Indonesia pada umumnya, memiliki hak untuk mendapatkan makanan bergizi. Namun, pemenuhan kebutuhan gizi harus tetap disertai dengan jaminan keamanan makanan.
IDAI Sumut berharap seluruh korban segera pulih. “Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama karena mereka merupakan generasi yang akan datang,” ucapnya.[]



































