APPSI Minta Bulog Jangan Hanya Pantau Gudang, Harus Dicek Langsung ke Pasar Simalungun

Ketua DPD APPSI Kabupaten Simalungun, Sepri Ijon Maujana Saragih. (Foto: APPSI Simalungun/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Simalungun meminta Perum Bulog Cabang Pematangsiantar turun langsung memantau kondisi pasar menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Ketua DPD APPSI Kabupaten Simalungun, Sepri Ijon Maujana Saragih, mengatakan pemantauan stok pangan tidak cukup dilakukan dari gudang atau kantor. Kondisi di pasar juga harus diperiksa untuk mengetahui lebih cepat jika terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga.
"Bulog Pematangsiantar diminta untuk menjaga dan memastikan stok aman, sehingga saat momen Natal dan Tahun Baru kenaikannya tidak signifikan," kata Sepri, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, beras, minyak goreng MinyaKita dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, perubahan pasokan dan permintaan biasanya langsung terlihat dari aktivitas perdagangan di pasar.
"Kita minta Bulog turun ke pasar-pasar yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun," ujarnya.
Sepri menyebut langkah tersebut sejalan dengan arahan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, agar jajaran Bulog di daerah lebih aktif menjaga stabilitas pangan dengan melakukan pemantauan langsung.
"Jangan sampai stok di gudang dikatakan aman, tetapi ketika kita turun ke pasar justru pedagang kesulitan mendapatkan barang atau harga sudah mulai bergerak naik. Karena itu, kondisi di gudang dan kondisi di pasar harus sama-sama dipantau," katanya.
Sepri juga meminta pedagang tradisional dilibatkan dalam menjaga stabilitas pangan. Menurutnya, pedagang merupakan pihak yang setiap hari berhadapan langsung dengan konsumen sehingga mengetahui perubahan permintaan, distribusi barang hingga pergerakan harga.
"Kami dari DPD APPSI Kabupaten Simalungun siap bersinergi dan membuka akses untuk Bulog masuk ke seluruh pasar tradisional yang beroperasi di Simalungun," ujarnya.
Dari pemantauan APPSI di sejumlah pasar, stok beras dan kebutuhan pokok lainnya saat ini masih tergolong aman. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak boleh membuat pemerintah lengah, terlebih menjelang Nataru ketika permintaan sejumlah komoditas berpotensi meningkat.
APPSI berharap Bulog segera menyusun jadwal pemantauan dan operasi pasar di berbagai wilayah Simalungun. Langkah itu dinilai penting agar gejolak harga dapat ditekan sebelum memberikan dampak kepada masyarakat. (hm25)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



































