Siswa Karo Keracunan MBG, IDAI Sumut: Niat Baik Saja Tidak Cukup

Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K). (Foto: Berry/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan keprihatinan atas siswa di Kabupaten Karo yang terdampak keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua IDAI Sumut, dr Rizky Adriansyah, Sp.A(K) mengatakan, niat baik saja tidak cukup dalam program pemenuhan gizi anak. Karena itu, diperlukan pengawalan standar keamanan pangan yang ketat.
"Pentingnya pengawasan berlapis, respon cepat jika ada siswa keracunan, distribusi yang harus aman, kebersihan dapur dan kompetensi petugas dalam memeriksa bahan makanan," ujar Rizky, Jumat (11/9/2026).
Rizky menjelaskan, tidak ada orang tua yang mau anaknya sakit setelah mengonsumsi MBG. Menurutnya orang tua yang sedang panik dan cemas karena anaknya sakit, harus didengar melalui hati. Bukan dijawab dengan prosedur administrasi.
"Program pemerintah yang menyasar kepada anak-anak harus meletakkan prinsip keselamatan anak adalah hal yang paling utama," katanya.
Dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan itu mengatakan, anak merupakan amanah dan wajah masa depan dari bangsa. Anak bukan angka dalam laporan saja.
“Pentingnya perbaikan sistem yang nyata di masa mendatang agar keracunan MBG tidak terulang lagi,” tuturnya.[]
PREVIOUS ARTICLE
Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Jalani Pemulihan PsikologisBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




































