Friday, September 11, 2026
home_banner_first
SUMUT

24 Siswa Korban Keracunan MBG di Berastagi Masih Dirawat

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 18.53 WIB
24_siswa_korban_keracunan_mbg_di_berastagi_masih_dirawat_

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat berada di RS Efarina Etaham. (foto: abay/mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID – Sebanyak 24 siswa yang menjadi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) masih menjalani perawatan di dua rumah sakit di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2026).

Dari jumlah tersebut, 21 siswa dirawat di RS Efarina Etaham Berastagi, sedangkan tiga lainnya masih mendapat perawatan di RS Amanda Berastagi.

Kondisi para siswa menjadi perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang untuk pertama kalinya berkunjung ke Kabupaten Karo. Gibran datang ke RS Efarina Etaham, Jumat pagi untuk melihat langsung kondisi para korban sekaligus memastikan penanganan medis berjalan dengan baik.

Para siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

Kasus keracunan massal tersebut terjadi, Kamis (13/8/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, ditemukan sejumlah bakteri pada sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Hasil pemeriksaan dengan nomor 008.2/4129/UPTD LABKES/VIII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026 menunjukkan sampel nasi yang dikonsumsi siswa dari SMAN 1 Berastagi, serta Yayasan Sekolah Bersama yang terdiri dari tingkat SMP, SMA, dan SMK positif mengandung bakteri Bacillus cereus.

Sementara itu, sampel ikan dencis yang menggunakan saus dari sekolah dinyatakan positif mengandung Staphylococcus aureus. Adapun sampel buah melon positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli).

Pemeriksaan terhadap sisa muntahan korban juga menunjukkan adanya Bacillus cereus. Saat menjenguk para siswa, Gibran memastikan pemerintah akan terus memantau kondisi para korban hingga mendapatkan penanganan yang diperlukan. "Kami terus pantau perkembangan medis korban, dan ini menjadi tanggung jawab kami," ujarnya.

Di hadapan sejumlah orang tua korban, Gibran juga mengingatkan agar anak-anak yang masih mengalami kondisi lemas segera dibawa kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

"Sampaikan salam permintaan maaf saya kepada anak-anak," katanya.

Usai menjenguk para korban, Gibran bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Naek Pamen Simanjuntak, serta jajaran Kodam I/Bukit Barisan dan sejumlah instansi terkait melaksanakan salat Jumat di Masjid Istihrar Berastagi.

Setelah itu, rombongan Wapres bertolak kembali menuju Medan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN