Trump Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

Logo PBB di markas besarnya di New York. (Foto: AP)
Washington DC, MISTAR.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengizinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan delegasi Iran menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 22-28 September 2026.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS mengatakan kepada BBC bahwa delegasi inti Iran tetap dapat menghadiri High Level Week Majelis Umum PBB sesuai kewajiban Amerika Serikat sebagai negara tuan rumah.
Delegasi tersebut mencakup Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Namun, AS akan membatasi jumlah delegasi Iran yang dapat hadir. Para delegasi juga akan dikenakan pembatasan perjalanan serta dilarang membeli sejumlah barang mewah dan produk tertentu di Amerika Serikat.
"Jumlah delegasi lebih kecil daripada tahun lalu," kata juru bicara Kemlu AS.
Kehadiran delegasi Iran berlangsung di tengah hubungan kedua negara yang masih tegang setelah konflik yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik juga belum mencapai kesepakatan.
Trump sebelumnya mengatakan kepada Axios bahwa dirinya tengah mempertimbangkan keputusan besar terkait keterlibatan AS dalam konflik dengan Iran.
"Saya akan mengambil keputusan besar. Apakah saya ingin turun tangan dan membinasakan mereka atau tidak," kata Trump.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 dijadwalkan menggelar debat umum mulai Selasa (22/9/2026). Sejumlah pemimpin negara dijadwalkan menyampaikan pidato pada hari pertama, termasuk Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sementara itu, pemimpin Ukraina, Suriah, dan Iran dijadwalkan menyampaikan pidato pada Rabu (23/9/2026).
Iran juga menghadiri debat umum Majelis Umum PBB tahun lalu dengan sejumlah pembatasan terhadap diplomatnya. Saat itu, diplomat Iran dibatasi dalam pembelian barang tertentu, termasuk barang mewah.
Kemlu AS mengatakan pembatasan tersebut diberlakukan kembali tahun ini untuk mencegah delegasi Iran melakukan pembelian barang mewah selama berada di Amerika Serikat. (hm25/CNN Indonesia)







































