Friday, August 7, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kuasa Hukum Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kematian Winda Gowasa

Mistar.idJumat, 7 Agustus 2026 pukul 16.14 WIB
kuasa_hukum_ungkap_sejumlah_kejanggalan_kematian_winda_gowasa

Orang tua Winda, Sanalui Gowasa dan Kuaasa Hukum, Paul JJ Tambunan usai membuat laporan. (foto: dokumentasi kuasa hukum/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Sejumlah kejanggalan ditemukan pihak keluarga Winda Lorenza Gowasa atas kematian perempuan 31 tahun itu. Keluarga pun melaporkan kejanggalan tersebut ke Polda Sumut guna mendapat kepastian atas kejanggalan pada kondisi jenazah yang dilihat keluarga.

Laporan itu dilayangkan orang tua kandung Winda, Sanalui Gowasa, 55 tahun, dengan nomor LP/B/1286/VIII/2026/Spkt/Polda Sumatera Utara tertanggal 6 Agustus 2026.

Penasehat Hukum Keluarga Winda, Paul JJ Tambunan, mengatakan kecurigaan yang dirasa keluarga terjadi saat perbedebatan tempat penyemayaman jasad Winda. Setelah diputuskan agar disemayamkan di rumah keluarga Winda, sejumlah kejanggalan pun terlihat oleh keluarga.

"Mulai dari lebam dan beberapa hal lainnya, sehingga keluarga besar sepakat untuk membuat laporan model B," ucap Paul, Jumat (7/8/2026).

Dirincikan Paul, keluarga melihat adanya lebam di sekitar mata pipi kanan, serta bagian kepala sebelah kiri. Di bagian kepala dikatakan terlihat seperti mengalami benturan hingga mengakibatkan ambles.

Selain itu, di bagian hidung juga terlihat lebam. Begitu juga di bagian perut dekat pusar, lutut, hingga punggung.

Keluarga juga mendapati adanya goresan di bagian lutut kanan Winda yang terlihat seperti luka sayatan. Sementara di bagian bawah dagu, menurutnya juga patut dipertanyakan. Pasalnya, terdapat luka yang disebut berkaitan dengan tindakan penyuntikan.

Meski begitu, pihak keluarga belum mendapat keterangan pasti zat atau cairan yang disuntikkan ke tubuh Winda. "Itu juga yng buat keluarga meras janggal. Katanya ada sesuatu yang disuntikkan, tapi tidak tahu apa yang disuntikkan," ujarnya.

Tak cuma itu, cara kematian Winda juga menjadi sorotan keluarga. Hal itu berkaitan dengan kondisi luka di bagian kepala. Namun, ia menegaskan pihak keluarga tidak dapat memastikan penyebab luka tersebut karena bukan merupakan ahli kedokteran.

"Kalau secara kasat mata kita lihat, apakah seperti ini memang luka atau bentuk jenazah yang melakukan bunuh diri dengan cara menempelkan pistol di kepalanya, kita tidak tahu. Namanya kita bukan bidang kedokteran," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN