Wednesday, October 28, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Korban Tabrakan dalam Insiden Penembakan di Deli Serdang Masih Kritis

Mistar.idRabu, 28 Oktober 2026 pukul 19.10 WIB
korban_tabrakan_dalam_insiden_penembakan_di_deli_serdang_masih_kritis

Kades Bangun Rejo Misno dan rombongan menjenguk korban Imelda diterima oleh keluarganya.(foto: sembiring/ mistar)

Deli Serdang, MISTAR.ID (28/10/2026) – Imelda Nazwa (16), warga Dusun VI, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, yang menjadi korban tabrakan mobil dalam insiden penembakan di Jalan Limau Mungkur, masih dalam kondisi kritis hingga Rabu (28/10/2026).

Imelda saat ini masih menjalani perawatan di ruang ICU RSUD Amri Tambunan, Lubuk Pakam, dan belum sadarkan diri.

Kepala Desa Bangun Rejo, Misno, bersama Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) Kantor Kecamatan Tanjung Morawa, Noni, dan Kepala Dusun VI, Suwarno, membesuk korban pada Rabu (28/10/2026).

Namun, rombongan tidak dapat melihat langsung kondisi Imelda karena korban masih dirawat secara intensif di ruang ICU.

Kedatangan mereka disambut orang tua korban, Sukaswati, bersama anaknya yang lain di halaman rumah sakit. Dalam kesempatan itu, Misno menyerahkan bingkisan dan bantuan uang untuk membantu meringankan beban keluarga korban.

“Atas nama Pemerintah Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, saya turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban segera diberikan kesembuhan dan pulih kembali. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan-Nya kepada keluarga korban,” ujar Misno kepada orang tua Imelda.

Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (18/10/2026) malam tersebut, seorang korban lainnya, Dini Fadilah (22), meninggal dunia pada Jumat (23/10/2026) setelah menjalani perawatan di RS Grandmed Lubuk Pakam.

Sebelum meninggal, Dini sempat mengalami kondisi kritis dan tidak sadarkan diri akibat luka pada tempurung kepala yang dideritanya.

Dini merupakan satu dari delapan warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Suaminya, Irlan, dan anak laki-lakinya yang berusia empat tahun, Fathan, juga mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, Dini bersama suami dan anaknya mengendarai sepeda motor menuju Kota Tanjung Morawa untuk memperbaiki telepon genggam.

Saat dalam perjalanan pulang, sepeda motor mereka ditabrak mobil Toyota Yaris yang dikemudikan Doni Pace dari arah belakang.

Mobil tersebut disebut melaju kencang dan tidak terkendali setelah pengemudinya terkena tembakan di bagian leher kiri. Kaki kanan pengemudi dilaporkan masih berada pada pedal gas sehingga mobil terus melaju.

Benturan keras mengakibatkan Dini, Irlan, dan Fathan terpental ke bahu jalan. Dini mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri, sedangkan Fathan mengalami luka robek di bagian pelipis dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Irlan dilaporkan mengalami luka lecet serta nyeri hebat di bagian perut.

Selain keluarga Dini, tabrakan tersebut juga mengenai sejumlah warga lainnya di Desa Bangun Rejo.

Berdasarkan data yang dihimpun, delapan korban dalam peristiwa itu terdiri atas Dini Fadilah, Irlan, Fathan, Winona Novia Pratika (14), Tasya Dwi Azahra (13), Robby Reihan Deka (13), Imelda Nazwa Julia (16), dan Khanza Putra Al Miko (3).

Seluruh korban merupakan warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa.

Peristiwa tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN