Korban Tabrakan Mobil Dalam Insiden Penembakan di Tanjung Morawa Meninggal Dunia

Jenazah Dini segera dikebumikan di Tanjung Morawa, Deli Serdang. (Foto: Hendra Sembiring/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID – Salah seorang warga yang menjadi korban tabrakan mobil dalam insiden penembakan di Jalan Limau Mungkur, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (18/10/2026) malam, meninggal dunia, Jumat (23/10/2026).
Korban bernama Dini Fadilah mengembuskan napas terakhir di RS Grandmed Lubuk Pakam, setelah menjalani perawatan. Sebelum meninggal dunia, Dini sempat dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.
Dini merupakan satu dari delapan orang korban dari peristiwa penabrakan tersebut. Suami dan anak laki-lakinya yang berusia empat tahun juga menjadi korban.
Sebelum tertabrak, Dini bersama suaminya, Irlan, dan anak mereka, Fathan, 4 tahun, mengendarai sepeda motor menuju Kota Tanjung Morawa untuk memperbaiki telepon genggam. Saat perjalanan pulang, sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak mobil Toyota Yaris yang dikemudikan Doni Pace dari arah belakang.
Mobil tersebut melaju kencang dan tidak terkendali setelah Doni ditembak pada bagian leher kirinya. Saat itu, kaki kanan Doni disebut masih menempel pada pedal gas sehingga mobil terus melaju.
Benturan keras membuat ketiga korban terpental ke bahu jalan. Dini mengalami luka serius hingga tidak sadarkan diri. Sementara Fathan menderita luka robek di bagian pelipis dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Irlan mengalami luka lecet serta nyeri hebat di bagian perut.
Selain keluarga Irlan, tabrakan mobil tersebut juga mengenai sejumlah warga sekitar. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat delapan warga yang menjadi korban, yakni Dini, Irlan, Fathan, Winona Novia Pratika, 14 tahun, Tasya Dwi Azahra, 13 tahun, Robby Reihan Deka, 13 tahun, Imelda Nazwa Julia, 16 tahun, dan Khanza Putra Al Miko, 3 tahun. Seluruhnya merupakan warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa.
Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban luka dan meninggal dunia, tetapi juga mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah.
Warga setempat menyebut tindakan brutal dan perselisihan antar organisasi masyarakat (ormas) telah berulang kali terjadi dan sangat mengganggu kenyamanan serta keselamatan masyarakat.
Mereka meminta pihak-pihak yang terlibat bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan seluruh korban serta mengganti kerusakan rumah dan fasilitas milik warga.
“Jangan lepas tanggung jawab atas ulah kalian. Kalau mau perang atau bentrok, silakan cari tempat yang jauh dari rumah warga agar tidak ada masyarakat yang tidak berdosa menjadi korban,” ujar salah seorang warga, Akbar.
Warga lainnya juga berharap adanya dukungan moral dan bantuan nyata untuk meringankan beban keluarga korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Mereka meminta kepolisian bertindak tegas mengusut tuntas kasus penembakan tersebut serta menertibkan aksi-aksi ormas yang dinilai meresahkan masyarakat di wilayah Tanjung Morawa.
Sebelumnya diberitakan, Doni Pace tewas ditembak oleh dua pria setelah mengalami luka di bagian leher kiri. Sementara itu, teman Doni Pace yang berada di dalam mobil juga mengalami luka tembak. Para pelaku penembakan telah diamankan Polda Sumut.[]














































